Laki-laki pakai blangkon, protes perkosaan
Kamis, 06 Desember 2012 - 12:13 WIB
Laki-laki pakai blangkon, protes perkosaan
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pria yang mengenakan blangkon, mengutuk dan memprotes tindakan asusila yang dilakukan laki-laki terhadap wanita. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap 19 kasus perkosaan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sambil mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon serta surjan, puluhan pria dari Aliansi Laki-Laki Baru (ALB) Yogyakarta melakukan aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Dengan membentangkan spanduk di pingir jalan, sebagian massa aksi menyebarkan selebaran kepada penguna jalan. Mereka menyerukan untuk menghargai perempuan dengan tidak melakukan pelecehan maupun pemerkosaan.
"Tindak pemerkosaan merampas masa depan korban bahkan tidak jarang menimbulkan trauma psikologis. Sikap masyarakat yang terkadang menyalahkan korban justru menambah beban sosial yang ditanggung korban dan keluarnya," kata koordinator aksi, M. Thantowi, Kamis (6/12/2012).
Thantowi menyampaikan, dari catatan LSM Rifka Anisa menemukan sepanjang tahun 2012 hingga bulan September terdapat 19 kasus perkosaan di DIY.
"Kemungkinan kasus perkosaan lebih dari itu. Ada yang enggan melaporkan kasus perkosaan karena malu menanggung aib," jelasnya.
Dalam aksinya itu, mereka juga mengandeng LSM Rifka Anisa.
Sambil mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon serta surjan, puluhan pria dari Aliansi Laki-Laki Baru (ALB) Yogyakarta melakukan aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Dengan membentangkan spanduk di pingir jalan, sebagian massa aksi menyebarkan selebaran kepada penguna jalan. Mereka menyerukan untuk menghargai perempuan dengan tidak melakukan pelecehan maupun pemerkosaan.
"Tindak pemerkosaan merampas masa depan korban bahkan tidak jarang menimbulkan trauma psikologis. Sikap masyarakat yang terkadang menyalahkan korban justru menambah beban sosial yang ditanggung korban dan keluarnya," kata koordinator aksi, M. Thantowi, Kamis (6/12/2012).
Thantowi menyampaikan, dari catatan LSM Rifka Anisa menemukan sepanjang tahun 2012 hingga bulan September terdapat 19 kasus perkosaan di DIY.
"Kemungkinan kasus perkosaan lebih dari itu. Ada yang enggan melaporkan kasus perkosaan karena malu menanggung aib," jelasnya.
Dalam aksinya itu, mereka juga mengandeng LSM Rifka Anisa.
(ysw)