Jokowi ingin bangun perumahan untuk kelas menengah
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:54 WIB
Jokowi ingin bangun perumahan untuk kelas menengah
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menambah real estate di wilayah Jakarta. Hal itu dilakukan sesuai dengan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Ya sesuai dengan daya beli. Kalau daya beli masih ada, ya silakan. Kan ruang-ruangnya sudah ditentukan. Gitu saja, gampang. Asal tata ruangnya mungkin, ya silakan. Karena daya belinya, terutama yang kelas menengah ke bawah itu kan masih sangat diperlukan," kata Jokowi di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Rabu (5/12/2012).
Jokowi juga menjelaskan, pihaknya akan lebih konsen ke hal tersebut. Karena diakuinya daya beli, pasar, dan pihak yang mau membangunnya sudah ada.
"Ya, kita ingin masuk ke menengah ke bawah. Menteri perumahan sudah memberikan lampu hijau. Dan sudah didorong oleh bapak Presiden. Saya kira ini akan kita kerjakan," jelas Jokowi.
Sedangkan kelas menengah ke bawah dinilai sebagai pasar yang bagus untuk pembangunan tersebut. "Saya kira pasar yang bagus itu di situ, yang menengah ke bawah. Yang harganya Rp200-an. Itu yang pasarnya gede. Itu yang kita butuhkan," tukas Jokowi.
"Ya sesuai dengan daya beli. Kalau daya beli masih ada, ya silakan. Kan ruang-ruangnya sudah ditentukan. Gitu saja, gampang. Asal tata ruangnya mungkin, ya silakan. Karena daya belinya, terutama yang kelas menengah ke bawah itu kan masih sangat diperlukan," kata Jokowi di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Rabu (5/12/2012).
Jokowi juga menjelaskan, pihaknya akan lebih konsen ke hal tersebut. Karena diakuinya daya beli, pasar, dan pihak yang mau membangunnya sudah ada.
"Ya, kita ingin masuk ke menengah ke bawah. Menteri perumahan sudah memberikan lampu hijau. Dan sudah didorong oleh bapak Presiden. Saya kira ini akan kita kerjakan," jelas Jokowi.
Sedangkan kelas menengah ke bawah dinilai sebagai pasar yang bagus untuk pembangunan tersebut. "Saya kira pasar yang bagus itu di situ, yang menengah ke bawah. Yang harganya Rp200-an. Itu yang pasarnya gede. Itu yang kita butuhkan," tukas Jokowi.
(san)