Tolak bayar retribusi, angkot T10 & T11 mogok

Rabu, 05 Desember 2012 - 15:52 WIB
Tolak bayar retribusi,...
Tolak bayar retribusi, angkot T10 & T11 mogok
A A A
Sindonews.com - Puluhan angkot dengan nomor trayek T.10 dan T.11 melakukan aksi mogok di Terminal Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. Aksi mogok itu sebagai protes atas aturan yang mengharuskan angkot bayar retribusi masuk ke dalam Terminal Poris Plawad.

Angkot T.10 merupakan jurusan Terminal Poris Plawad-Pasar Anyar dan T.11 jurusan Ampera-Pondok Bahar. Sekitar 90 mobil angkot tersebut berkumpul di Terminal Poris Plawad secara spontan sejak pukul 08.00 WIB.

Sopir angkot T.10 Supriyadi mengatakan, kebijakan baru tersebut membuat rute perjalanan semakin jauh. Jika masuk ke terminal Poris Plawad melalui Jalan Benteng Betawi, akan menambah jarak sekitar 3 Kilometer.

“Karena harus masuk ke Terminal, banyak penumpang yang mengeluh ya terlalu jauh. Kalau mereka buru-buru, lebih memilih angkot lain,” ujarnya kepada wartawan, di Tangerang, Rabu (5/12/2012).

Tak hanya itu, Terminal Poris Plawad masih sepi penumpang, sehingga tidak efektif jika harus masuk terminal.
Mereka mengaku, hal tersebut pun berdampak pada omzet.

“Terminal masih sepi, kita kesana cuma bayar retrubusi Rp500. Dalam sehari beroperasi, kita bisa masuk ke terminal 5-6 kali. Tentu saja kita rugi,” tambah Supriyadi.

Sementara itu, supir angkot T.11 Endang berharap, mereka tidak diwajibkan masuk ke Terminal Poris Plawad dan memindahkan pemungutan retribusi di jalur yang mereka lewati agar lebih mudah. “Kita siap masuk ke terminal, asalkan semua angkot masuk ke terminal juga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPDT Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Endang Romza mengatakan, pihaknya tidak bisa mengubah kebijakan tersebut karena itu menjadi kewenangan Dinas Perhibungan Kota Tangerang.

“Untuk itu, kita akan menampung dulu keluhan para supir angkot T.10 dan T.11 untuk disampaikan kepada Dishub. Nanti keputusannya biar dirapatkan oleh Dishub,” tukasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut mulai diberlakukan tanggal 1 Desember 2012. Tujuannya memang untuk menertibkan angkot dan meramaikan Terminal Poris Plawad.

“Kalau kita kan liat prospek ke depan, pasti terminal akan ramai, apa lagi sekarang ada Bus Lane. Tapi itu kan butuh proses, sementara para supir ingin-nya instan saja,” ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Presiden KSPI Sebut...
Presiden KSPI Sebut Aksi Mogok Nasional Dilanjutkan Hari Ini
Serikat Pekerja Bandara...
Serikat Pekerja Bandara Jerman Bersiap Gelar Aksi Mogok Kerja
Perawat di Seluruh Inggris...
Perawat di Seluruh Inggris Kembali Lakukan Aksi Mogok Kerja
Antisipasi Mogok dan...
Antisipasi Mogok dan Unjuk Rasa Buruh, Kapolri Perintahkan Patroli Cyber
Aksi Cor Kaki dan Mogok...
Aksi Cor Kaki dan Mogok Makan Protes Aktivitas PLTA di Poso
Aspirasi Tak Didengar,...
Aspirasi Tak Didengar, Presiden Buruh Ancam Mogok Nasional
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved