Longsor ancam daerah elit Cinere
Rabu, 05 Desember 2012 - 15:10 WIB
Longsor ancam daerah elit Cinere
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok mewaspadai sejumlah titik rawan longsor, terutama yang mengancam daerah pemukiman. Berdasarkan catatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, sedikitnya terdapat sembilan titik daerah rawan longsor.
Salah satunya berada di Kecamatan Cinere. Pekan lalu, longsor terjadi di Jalan Lereng Bukit Cinere, Depok dan memutus jalur angkutan kota (angkot). Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di wilayah tersebut, Camat Cinere melakukan kordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di kawasan pemukiman, saya melakukan kordinasi dengan Balai Konservasi Sungai Ciliwung Cisadane dan PLN Tangerang. Ada sembilan titik rawan longsor di wilayah Cinere,” kata Camat Cinere Widyati Riyandani kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (5/12/12).
Widyati mengaku, titik longsor terdapat di wilayah yang dialiri Sungai Pesanggrahan, sungai besar yang berada di perbatasan antara Depok dan Tangerang Selatan.
“Kordinasi ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor di sejumlah titik rawan longsor,” ungkapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan, melakukan normalisasi dan rehabilitasi tanah. Upaya tersebut, harus segera dilakukan karena curah hujan yang tinggi, bisa mengakibatkan longsor kapanpun di wilayah tersebut.
“Titik rawan longsor antara lain, Bumi Cinere Indah (BCI), komplek Megapolitan, dan Puri Cinere," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, sembilan titik rawan longsor di Depok antara lain di Perumahan Mutiara Depok, Kali Angke, Kali Curug, Kali Jantung, Pasi Gunung Selatan, Sawangan Baru, Bojong Pondok Terong (Kelurahan Cipayung), dan di Citayam, dan Cinere.
Salah satunya berada di Kecamatan Cinere. Pekan lalu, longsor terjadi di Jalan Lereng Bukit Cinere, Depok dan memutus jalur angkutan kota (angkot). Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di wilayah tersebut, Camat Cinere melakukan kordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di kawasan pemukiman, saya melakukan kordinasi dengan Balai Konservasi Sungai Ciliwung Cisadane dan PLN Tangerang. Ada sembilan titik rawan longsor di wilayah Cinere,” kata Camat Cinere Widyati Riyandani kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (5/12/12).
Widyati mengaku, titik longsor terdapat di wilayah yang dialiri Sungai Pesanggrahan, sungai besar yang berada di perbatasan antara Depok dan Tangerang Selatan.
“Kordinasi ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor di sejumlah titik rawan longsor,” ungkapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan, melakukan normalisasi dan rehabilitasi tanah. Upaya tersebut, harus segera dilakukan karena curah hujan yang tinggi, bisa mengakibatkan longsor kapanpun di wilayah tersebut.
“Titik rawan longsor antara lain, Bumi Cinere Indah (BCI), komplek Megapolitan, dan Puri Cinere," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, sembilan titik rawan longsor di Depok antara lain di Perumahan Mutiara Depok, Kali Angke, Kali Curug, Kali Jantung, Pasi Gunung Selatan, Sawangan Baru, Bojong Pondok Terong (Kelurahan Cipayung), dan di Citayam, dan Cinere.
(stb)