Bertemu Dubes Singapura, Ahok tidak bahas MRT
Rabu, 05 Desember 2012 - 10:35 WIB
Bertemu Dubes Singapura, Ahok tidak bahas MRT
A
A
A
Sindonews.com - Pagi ini Perwakilan Duta Besar (Dubes) Singapura, Anil kumar Nayar, bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pembicaraan antar keduanya diketahui membahas mengenai beberapa persoalan di Jakarta. Salah satunya lalulintas. Selain itu, kunjungan kali pertama ini juga sebagai ajang perkenalan antar kedua belah pihak.
"Pertemuan tadi membahas program pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diantaranya, traffic, housing, hospitality. Ini disscusion yang general," kata Anil Kumal Nayar usai bertemu dengan Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dalam pertemuan tadi tidak disinggung mengenai persoalan Mass Rapid Transit (MRT), yang rencananya akan menjadi mega proyek dilingkungan Pemerintahan DKI Jakarta. Karena, pembangunan itu akan melibatkan pemerintah pusat.
"Tadi membahas semua persoalan secara umum," jelas Anil yang mengenakan setelan jas warna hitam.
Dari pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, nantinya akan dilanjutkan dengan kerjasama.
"Dengan pertamuan ini, tentunya akan terjalin kerjasama yang baik. Bahkan, kami tertarik untuk membantu pembangunan di Jakarta,” katanya.
Kendati demikian, Anil mengakui belum ada pembahasan secara spesifikasi mengenai kerjasama tersebut.
"Belum-belum, masih bicara. Hari ini cuma courtesy call. Kami siap membantu dalam kapasistas kami," tukas Anil.
Pembicaraan antar keduanya diketahui membahas mengenai beberapa persoalan di Jakarta. Salah satunya lalulintas. Selain itu, kunjungan kali pertama ini juga sebagai ajang perkenalan antar kedua belah pihak.
"Pertemuan tadi membahas program pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diantaranya, traffic, housing, hospitality. Ini disscusion yang general," kata Anil Kumal Nayar usai bertemu dengan Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dalam pertemuan tadi tidak disinggung mengenai persoalan Mass Rapid Transit (MRT), yang rencananya akan menjadi mega proyek dilingkungan Pemerintahan DKI Jakarta. Karena, pembangunan itu akan melibatkan pemerintah pusat.
"Tadi membahas semua persoalan secara umum," jelas Anil yang mengenakan setelan jas warna hitam.
Dari pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, nantinya akan dilanjutkan dengan kerjasama.
"Dengan pertamuan ini, tentunya akan terjalin kerjasama yang baik. Bahkan, kami tertarik untuk membantu pembangunan di Jakarta,” katanya.
Kendati demikian, Anil mengakui belum ada pembahasan secara spesifikasi mengenai kerjasama tersebut.
"Belum-belum, masih bicara. Hari ini cuma courtesy call. Kami siap membantu dalam kapasistas kami," tukas Anil.
(stb)