Sebulan, penderita gangguan jiwa bertambah 20 orang
Rabu, 05 Desember 2012 - 09:55 WIB
Sebulan, penderita gangguan jiwa bertambah 20 orang
A
A
A
Sindonews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mencatat penambahan pasien ganguang jiwa cukup signifikan yang tersebar di wilayah Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data yang masuk, dalam sebulan sedikitnya tercatat 20 orang penduduk Ciamis mengidap ganguan jiwa baru.
Pelaksana Pelayanan Kesehatan dan Kejiwaan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis Anang Dedi membenarkan, jumlah penderita ganguan jiwa di Kabupaten Ciamis belakangan terus bertambah.
“Berdasarkan laporan yang masuk dari puskesmas di Ciamis dalam sebulan sedikitnya ada 20 puskesmas yang melaporkan pasien ganguan jiwa baru,” kata Anang saat meninjau salah seorang pasien ganguan jiwa di Dusun Warungkulon, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, RAbu (5/12/12).
Anang menyebutkan, kalau setiap puskesmas melaporkan satu pasien saja, maka dalam sebulah pasien ganguan jiwa di Ciamis sudah bertambah 20 orang. Bahkan, kalau dirinya melihat laporan dari puskesmas, ada juga puskesmas yang melaporkan lebih dari satu pasien ganguan jiwa baru.
“Rata-rata memang melaporkan satu pasien setiap puskesmas, tapi ada juga yang melaporkan dua pasien,” jelas Anang.
Anang mengatakan, sekalipun belum mempunyai jumlah pasti penderita ganguan jiwa di Ciamis, namun melihat data sebelumnya dari tiap puskesmas, masing-masing puskesmas ada yang melaporkan jumlah penderita ganguan jiwa yang sudah lama antara lima hingga 10 orang.
“Kalau rata-rata setiap puskesmas lima orang saja, sudah lebihd ari 100 warga Ciamis yang menderita ganguan jiwa,” terang Anang.
Petugas Medis Puskesmas Imbanagara Ciamis Erna membenarkan, terjadi penambahan jumlah penderita ganguan jiwa di Ciamis salah satunya di Puskesmas Imbanagara Ciamis. Erna menambahkan, salah satu pelayanan untuk mengurangi jumlah penderita ganguan jiwa di Puskesmas Imbanagara pihaknya telah membuka program pojok jiwa.
“Di pojok jiwa, selain diobati mengunakan obat medis, para pasien gangguan jiwa ini diberikan pengobatan secara spiritual,” terang Erna.
Pelaksana Pelayanan Kesehatan dan Kejiwaan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis Anang Dedi membenarkan, jumlah penderita ganguan jiwa di Kabupaten Ciamis belakangan terus bertambah.
“Berdasarkan laporan yang masuk dari puskesmas di Ciamis dalam sebulan sedikitnya ada 20 puskesmas yang melaporkan pasien ganguan jiwa baru,” kata Anang saat meninjau salah seorang pasien ganguan jiwa di Dusun Warungkulon, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, RAbu (5/12/12).
Anang menyebutkan, kalau setiap puskesmas melaporkan satu pasien saja, maka dalam sebulah pasien ganguan jiwa di Ciamis sudah bertambah 20 orang. Bahkan, kalau dirinya melihat laporan dari puskesmas, ada juga puskesmas yang melaporkan lebih dari satu pasien ganguan jiwa baru.
“Rata-rata memang melaporkan satu pasien setiap puskesmas, tapi ada juga yang melaporkan dua pasien,” jelas Anang.
Anang mengatakan, sekalipun belum mempunyai jumlah pasti penderita ganguan jiwa di Ciamis, namun melihat data sebelumnya dari tiap puskesmas, masing-masing puskesmas ada yang melaporkan jumlah penderita ganguan jiwa yang sudah lama antara lima hingga 10 orang.
“Kalau rata-rata setiap puskesmas lima orang saja, sudah lebihd ari 100 warga Ciamis yang menderita ganguan jiwa,” terang Anang.
Petugas Medis Puskesmas Imbanagara Ciamis Erna membenarkan, terjadi penambahan jumlah penderita ganguan jiwa di Ciamis salah satunya di Puskesmas Imbanagara Ciamis. Erna menambahkan, salah satu pelayanan untuk mengurangi jumlah penderita ganguan jiwa di Puskesmas Imbanagara pihaknya telah membuka program pojok jiwa.
“Di pojok jiwa, selain diobati mengunakan obat medis, para pasien gangguan jiwa ini diberikan pengobatan secara spiritual,” terang Erna.
(ysw)