83 Desa di DIY rawan pangan
Rabu, 05 Desember 2012 - 08:33 WIB
83 Desa di DIY rawan pangan
A
A
A
Sindonews.com - Program peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat DIY, serta peningkatan akses pangan rumah tangga perlu mendapat perhatian serius. Sebab masih ada 83 Desa rawan pangan dan gizi, meski persediaan pangan cukup memadai.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Asikin Chalifah mengatakan, fakta itu menunjukkan jika ketahanan pangan di tingkat rumah tangga masih lemah. Kemiskinan disebut sebagai penyebab utamanya. Tidak saja karena keluarga tidak mampu membeli pangan untuk
mencukupi kebutuhan minimum. Tetapi juga rendahnya pengetahuan mengenai pangan yang ikut menyumbang status gizi seseorang.
"Karena itu arah pembangunan ketahanan pangan di DIY diupayakan melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat agar semakin mampu meningkatkan produktivitas," kata Asikin kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Dia mengatakan, peningkatan produksi komoditas pangan akan memberi kontribusi ketersediaan pangan dalam rumah tangga maupun komunitas. Peningkatan pendapatan, akan meningkatkan daya beli hingga menambah keleluasaan memilih keragaman pangan untuk memenuhi kecukupan gizinya.
"Akses terhadap pangan sama pentingnya dengan ketersediaan bahan pangan itu sendiri. Jadi meski produksi beras dapat ditingkatkan signifikan, tidak menjamin bahwa seluruh lapisan masyarakat mampu mengaskes bahan pangan tersebut secara memadai," terangnya.
Dia menambahkan, cadangan pangan DIY sampai saat ini mencapai 70 ton dalam bentuk beras. Cadangan itu tersimpan di Gudang PUSKUD DIY dari rencana total 200 ton pada tahun 2015. Di tingkat kabupaten terdapat 5 ton beras di tiap daerah dari rencana 100 ton untuk di tiap kabupaten pada tahun 2015.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Asikin Chalifah mengatakan, fakta itu menunjukkan jika ketahanan pangan di tingkat rumah tangga masih lemah. Kemiskinan disebut sebagai penyebab utamanya. Tidak saja karena keluarga tidak mampu membeli pangan untuk
mencukupi kebutuhan minimum. Tetapi juga rendahnya pengetahuan mengenai pangan yang ikut menyumbang status gizi seseorang.
"Karena itu arah pembangunan ketahanan pangan di DIY diupayakan melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat agar semakin mampu meningkatkan produktivitas," kata Asikin kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Dia mengatakan, peningkatan produksi komoditas pangan akan memberi kontribusi ketersediaan pangan dalam rumah tangga maupun komunitas. Peningkatan pendapatan, akan meningkatkan daya beli hingga menambah keleluasaan memilih keragaman pangan untuk memenuhi kecukupan gizinya.
"Akses terhadap pangan sama pentingnya dengan ketersediaan bahan pangan itu sendiri. Jadi meski produksi beras dapat ditingkatkan signifikan, tidak menjamin bahwa seluruh lapisan masyarakat mampu mengaskes bahan pangan tersebut secara memadai," terangnya.
Dia menambahkan, cadangan pangan DIY sampai saat ini mencapai 70 ton dalam bentuk beras. Cadangan itu tersimpan di Gudang PUSKUD DIY dari rencana total 200 ton pada tahun 2015. Di tingkat kabupaten terdapat 5 ton beras di tiap daerah dari rencana 100 ton untuk di tiap kabupaten pada tahun 2015.
(rsa)