Cegah kriminalitas, Busway dipasangi CCTV
Rabu, 05 Desember 2012 - 07:47 WIB
Cegah kriminalitas, Busway dipasangi CCTV
A
A
A
Sindonews.com - Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta memastikan dalam waktu dekat bus-bus baru yang beroperasi akan dilengkapi dengan kamera Closed circuit television (CCTV).
Hal itu dinilai sebagai tindaklanjut antisipasi tindak kriminal yang kerap terjadi selama berada di dalam bus Transjakarta.
Kepala BLU Transjakarta Muhammad Akbar menyatakan, keberadaan kamera CCTV tersebut nantinya akan memantau dan merekam setiap kejadian yang ada di dalam bus.
"Untuk bus-bus baru, akan dilengkapi dengan CCTV, dan ada rekamannya. Itu upaya pencegahannya," ujar Akbar kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Selain pemasangan CCTV, penempatan petugas onboard di dalam bus Transjakarta pun akan tetap dilakukan. "Petugas keamanan dalam bus tetap akan bersiaga mengatur dan menjaga keamanan didalam bus," papar Akbar.
Seperti diketahui beberapa hari lalu tindak kriminalitas didalam bus Transjakarta Koridor I (Blok M-Kota) kembali terjadi. Korban berinisial T menjadi sasaran tindak asusila setelah pelaku yang diketahui bernama Supriyanto melakukan pelecehan seksual dengan merekam pakaian dalam milik korban saat bus dalam kondisi penuh.
"Yang sering terjadi justru di dalam bus, di halte jarang. Kalau di dalam bus, untuk mencegahnya, kami memang meminta agar penumpang perempuan dipisah dengan mengisi tempat di bagian depan," tukas Akbar.
Hal itu dinilai sebagai tindaklanjut antisipasi tindak kriminal yang kerap terjadi selama berada di dalam bus Transjakarta.
Kepala BLU Transjakarta Muhammad Akbar menyatakan, keberadaan kamera CCTV tersebut nantinya akan memantau dan merekam setiap kejadian yang ada di dalam bus.
"Untuk bus-bus baru, akan dilengkapi dengan CCTV, dan ada rekamannya. Itu upaya pencegahannya," ujar Akbar kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).
Selain pemasangan CCTV, penempatan petugas onboard di dalam bus Transjakarta pun akan tetap dilakukan. "Petugas keamanan dalam bus tetap akan bersiaga mengatur dan menjaga keamanan didalam bus," papar Akbar.
Seperti diketahui beberapa hari lalu tindak kriminalitas didalam bus Transjakarta Koridor I (Blok M-Kota) kembali terjadi. Korban berinisial T menjadi sasaran tindak asusila setelah pelaku yang diketahui bernama Supriyanto melakukan pelecehan seksual dengan merekam pakaian dalam milik korban saat bus dalam kondisi penuh.
"Yang sering terjadi justru di dalam bus, di halte jarang. Kalau di dalam bus, untuk mencegahnya, kami memang meminta agar penumpang perempuan dipisah dengan mengisi tempat di bagian depan," tukas Akbar.
(rsa)