Pemkot Depok tak miliki data penyuplai daging

Selasa, 04 Desember 2012 - 18:25 WIB
Pemkot Depok tak miliki...
Pemkot Depok tak miliki data penyuplai daging
A A A
Sindonews.com - Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanak) Kota Depok belum memiliki data riil jaringan penyuplai daging di pasar tradisional, dan modern di Kota Depok. Padahal, data itu sangat penting untuk mengantisipasi masuknya daging berpenyakit, serta mengantisipasi terjadinya kelangkaan daging.

"Sampai hari ini kita belum memiliki data jaringan penyuplai daging. Sekarang saja baru kita mulai lakukan pendataan tersebut," kata Plt Kepala Distanak Zalfinus Irawan di Balai Kota Depok, Selasa (4/12/2012).

Menurut Zalfinus, pendataan di mulai dari Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis. Para pedagang diminta memberikan data sejujur mungkin, agar tidak terjadi kesalahan analisis nantinya.

"Ternyata tidak semua pedagang daging di Pasar Cisalak mengambil daging dari rumah pemotongan hewan di Depok. Ada juga yang dari Jakarta, Bogor, dan Jawa Timur," kata dia.

Zalfinus menyayangkan unit pelaksana teknis (UPT) pasar tidak melakukan pendataan asal muasal masuknya daging ke lapak para pedagang. Mereka hanya diberikan lapak untuk mencari nafkah di sana.

"Kedepan kita akan berkoordinasi dengan dinas pasar, untuk lebih melakukan pendataan. Jangan sampai setelah terjadi sebuah peristiwa, baru kita keteteran," katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Kota Depok, Alvian mengatakan, aktivitas pemotongan sapi di Kota Depok sempat terhenti selama empat hari akibat kenaikan harga daging. Hal itu disebabkan karena tidak ada pasokan sapi ke RPH milik pemerintah Kota Depok.

Menurut Alvian, pedagang juga sempat melakukan aksi mogok menjual sapi. "Jika ada yang melakukan pemotongan hewan, itu dilakukan untuk perseorangan seperti untuk hajatan. Bukan untuk dijual di pasar," kata dia.

Alvian menambahkan, pedagang juga tidak berani untuk memasok daging banyak. Hal itu disebabkan karena mahalnya harga daging di Kota Depok. Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap permintaan pemotongan sapi di RPH Tapos.

Saat ini, kata Alvian, aktivitas pemotongan hewan tersebut mulai berjalan kembali. Namun kuantitas daging yang dipotong hanya delapan puluh persen dari biasanya. Rata-rata RPH Tapos memotong sampai 80 ekor sapi setiap harinya atau setara dengan enam sampai delapan ton.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
1 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
1 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
1 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
2 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
2 jam yang lalu
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved