Pemerintah lamban tangani banjir di masyarakat

Selasa, 04 Desember 2012 - 17:01 WIB
Pemerintah lamban tangani...
Pemerintah lamban tangani banjir di masyarakat
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Lembaga Penanganan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Sulton Huda mengatakan, penanganan bencana masih belum optimal. Bahkan, terkesan lamban dalam mengatasinya.

Dia mencontohkan, saat bencana banjir, penanganan baru datang setelah tujuh jam. Akibatnya, masyarakat banyak yang mengalami kekurangan logistik dan kerugian materi.

“Pemerintah dalam menangani bencana masih lamban. Itu terlihat dari proses evakuasi sampai identifikasi korban. Terlebih lagi, kemampuan SDM tentang bencana masih kurang," ujar Sulton saat menyampaikan materi di acara Roundtable Discussion Muslimat NU, di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok, Selasa (4/12/2012).

Kebanyakan mereka, sambung Sulton, tahunya kalau orang kena bencana dikasih makan. Sulton mengungkapkan, proses awal penanganan bencana terdapat masalah. Bahkan, proses evakuasi 80 persen oleh masyarakat itu sendiri. Selain SDM yang masih kurang, anggaran bagi bencana juga minim.

“Anggarannya juga minim, jadi tidak bisa dipukul rata, antara daerah satu dengan lainnya,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah serius menangani bencana dengan melalui tahapannya. Selain itu, perlu adanya upaya mengubah mindset masyarakat untuk lebih waspada pada bencana. Misalnya dengan melakukan sosialisasi, simulasi bencana dan gotong royong antar sesama harus terus dilakukan.

“Yang perlu kita waspadai, biasanya di tempat kita, setiap ada bencana selalu ada korban jiwa. Kewaspadaan dan pengetahuan tentang banjir harus terus dilakukan pada masyarakat,” paparnya.

Konsultan Pemberdayan Masyarkat Arifin Junaidi mengungkapkan, sebenarnya masyarakat juga ada yang telah memiliki kesadaran pada bencana. Hanya saja, oknum yang lebih besar mengorbankan warga yang menjunjung kearifan lokal.

“Sebenarnya proses pemulihan bencana jadi contoh antara Yogjakarta dan Padang itu berbeda. Di Yogja lebih cepat, karena warga turut bersama-sama. Sedangkan Padang menunggu bantuan lebih besar dari pemerintah,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Hujan Lebat, Bukit Cengkeh...
Hujan Lebat, Bukit Cengkeh 2 Depok Terendam Banjir
Banjir Rendam 2 RT di...
Banjir Rendam 2 RT di Cipayung Depok
Tanggul Jebol, Puluhan...
Tanggul Jebol, Puluhan Rumah di Cimanggis Depok Terendam Banjir
Simpang Mampang di Pancoran...
Simpang Mampang di Pancoran Mas Depok Banjir Padahal Tidak Turun Hujan
Jalan Sawangan-Mampang...
Jalan Sawangan-Mampang Depok Terendam, Ketua RT: Banjir Kiriman dari Bogor
Pemkot Depok Pastikan...
Pemkot Depok Pastikan Banjir Sudah Surut Semua
Berita Terkini
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
7 menit yang lalu
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
18 menit yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer Mengarah ke Hulu Kali Boyong
31 menit yang lalu
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Tiba di Prambanan Disambut Tari Klasik Rama Shinta
1 jam yang lalu
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
2 jam yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved