Petani keluhkan lambannya bantuan pupuk
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:34 WIB
Petani keluhkan lambannya bantuan pupuk
A
A
A
Sindonews.com - Kendati sudah lama digulirkan, namun petani di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan belum menerima bantuan pupuk yang dijanjikan pemerintah.
"Kami (Gapoktan) sudah lama dijanjikan pupuk tetapi hingga kini belum ada. Saya dengar kabar, pengadaan pupuk tersebut bermasalah," kata Sekretaris Gapoktan Abbulosibatang Kecamatan Sabbang Yustus Bunga kepada SINDO, Selasa (4/12/2012).
Padahal bantuan pupuk ini sangat membantu petani disaat harga pupuk mulai merangkak naik.
Sekadar diketahui Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara tahun 2012 mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan pupuk sebesar Rp2,1 miliar.
Sayangnya, memasuki bulan kedua triwulan empat pengadaan yang seharusnya di lelang pada Mei lalu hingga kini belum terealisasi.
Anggota komisi III DPRD Luwu Utara Nursalam Syamsuddin menilai kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sangat lambang melakukan proses tender. Akibatnya, barang yang dinantikan petani tersebut belum ada.
"Saya juga kurang paham mengapa terjadi kelambatan pengadaan seperti ini, padahal kita ketahui pupuk itu dibutuhkan petani sebelum tanam," katanya.
Nursalam mengaku akan memanggil dinas bersangkutan untuk memberikan penjelasan terkait kelambatan pengadaan pupuk tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Luwu Utara Armiady ketika dikonfirmasi tidak membuahkan hasil baik melalui telepon maupun pesan singkat.
"Kami (Gapoktan) sudah lama dijanjikan pupuk tetapi hingga kini belum ada. Saya dengar kabar, pengadaan pupuk tersebut bermasalah," kata Sekretaris Gapoktan Abbulosibatang Kecamatan Sabbang Yustus Bunga kepada SINDO, Selasa (4/12/2012).
Padahal bantuan pupuk ini sangat membantu petani disaat harga pupuk mulai merangkak naik.
Sekadar diketahui Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara tahun 2012 mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan pupuk sebesar Rp2,1 miliar.
Sayangnya, memasuki bulan kedua triwulan empat pengadaan yang seharusnya di lelang pada Mei lalu hingga kini belum terealisasi.
Anggota komisi III DPRD Luwu Utara Nursalam Syamsuddin menilai kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sangat lambang melakukan proses tender. Akibatnya, barang yang dinantikan petani tersebut belum ada.
"Saya juga kurang paham mengapa terjadi kelambatan pengadaan seperti ini, padahal kita ketahui pupuk itu dibutuhkan petani sebelum tanam," katanya.
Nursalam mengaku akan memanggil dinas bersangkutan untuk memberikan penjelasan terkait kelambatan pengadaan pupuk tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Luwu Utara Armiady ketika dikonfirmasi tidak membuahkan hasil baik melalui telepon maupun pesan singkat.
(ysw)