Eksekusi rumah purnawirawan di Komplek Dwikora ricuh
Selasa, 04 Desember 2012 - 14:52 WIB
Eksekusi rumah purnawirawan di Komplek Dwikora ricuh
A
A
A
Sindonews.com - Eksekusi rumah dinas purnawirawan di Komplek Dwikora, Cilangkap, Tapos, Depok, berujung ricuh. Sejumlah warga, bahkan luka-luka dan jatuh pingsan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus memastikan, eksekusi rumah dilakukan secara damai. "Targetnya tergantung nanti. kita imbau dulu dengan senang hati, lapang dada, supaya mereka (purnawirawan) ikhlas rumah dinas ditempati prajurit baru yang masih aktif," katanya, di Depok, Selasa (4/11/2012).
Komplek Dwikora berdiri di atas tanah lima hektar sejak 1961. Terdiri dari satu RW dan empat RT dengan jumlah rumah 114 rumah. Sejak 2003, sengketa tanah dan bangunan antara warga dan TNI AU aktif dimulai.
Sebanyak 35 purnawirawan memilih untuk menyerahkan secara sukarela rumah mereka. Sementara yang lainnya meninggalkan rumah secara bertahap. Sepanjang 2012 ini, sudah belasan rumah yang dikosongkan oleh TNI.
"Kami mengimbau pada pendahulu (agar keluar rumah dinas), karena penerusnya masih banyak yang aktif," ungkapnya.
Azman mengatakan, eksekusi subuh tadi dilakukan karena para purnawirawan bersikukuh tidak mau pindah. Padahal TNI AU telah melayangkan surat agar mengosongkan sendiri rumah sampai 30 November 2012.
Azman mengklaim, pihaknya sudah mencatat bahwa para purnawirawan itu memiliki rumah di tempat lain. Bahkan, mereka punya rumah yang disewakan. "Kita imbau tidak diindahkan, padahal masih banyak prajurit aktif yang tidak memiliki tempat tinggal," tandasnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Azman Yunus memastikan, eksekusi rumah dilakukan secara damai. "Targetnya tergantung nanti. kita imbau dulu dengan senang hati, lapang dada, supaya mereka (purnawirawan) ikhlas rumah dinas ditempati prajurit baru yang masih aktif," katanya, di Depok, Selasa (4/11/2012).
Komplek Dwikora berdiri di atas tanah lima hektar sejak 1961. Terdiri dari satu RW dan empat RT dengan jumlah rumah 114 rumah. Sejak 2003, sengketa tanah dan bangunan antara warga dan TNI AU aktif dimulai.
Sebanyak 35 purnawirawan memilih untuk menyerahkan secara sukarela rumah mereka. Sementara yang lainnya meninggalkan rumah secara bertahap. Sepanjang 2012 ini, sudah belasan rumah yang dikosongkan oleh TNI.
"Kami mengimbau pada pendahulu (agar keluar rumah dinas), karena penerusnya masih banyak yang aktif," ungkapnya.
Azman mengatakan, eksekusi subuh tadi dilakukan karena para purnawirawan bersikukuh tidak mau pindah. Padahal TNI AU telah melayangkan surat agar mengosongkan sendiri rumah sampai 30 November 2012.
Azman mengklaim, pihaknya sudah mencatat bahwa para purnawirawan itu memiliki rumah di tempat lain. Bahkan, mereka punya rumah yang disewakan. "Kita imbau tidak diindahkan, padahal masih banyak prajurit aktif yang tidak memiliki tempat tinggal," tandasnya.
(san)