Korban bentrokan Dwikora lapor ke Kontras
Selasa, 04 Desember 2012 - 13:15 WIB
Korban bentrokan Dwikora lapor ke Kontras
A
A
A
Sindonews.com - Korban bentrokan eksekusi Rumah Dinas TNI Angakatan Udara, Cilangkap, Tapos, Depok tadi pagi melaporkan aksi kekerasan, yang dilakukan oknum aparat pada saat eksekusi berlangsung.
Warga yang tidak terima dengan peristiwa itu, langsung melaporkan tindakan oknum aparat ke Polres Depok. Sebab warga mengaku mendapatkan penganiayaan pada saat eksekusi berlangsung.
Setelah melapor ke Polres Depok, warga yang menjadi korban diarahkan ke Pos Pom TNI AD di Kota Kembang, Depok. Tidak hanya lapor ke Pom AD, warga juga akan mengadukan peristiwa kekerasan tersebut ke Lembaga HAM Kontras.
"Kami dianiaya, anak kecil saja sampai diseret. Kami mau laporkan ini ke Kontras, biar bagaimana pun, orang tua kami juga pejuang. Kami akan legowo jika PN Jakarta Timur menyatakan kami kalah," jelas salah seorang warga kepada wartawan saat melapor ke Pospom TNI AD Depok, Selasa (4/12/12).
Sementara itu Danpospom Depok Letnan satu Nalib Zainudin mengatakan, laporan warga korban tersebut akan diteruskan ke Pom AU di Halim Perdanakusumah. Karena yang berhak menangani perkara ini adalah Pom AU di Halim Perdanakusuma
"Benar ada warga melaporkan ada dugaan penganiayaan. Awalnya laporan itu ke Polres, namun diarahkan ke kami," ujarnya.
Ia mengaku, setelahnya melakukan kordinasi, oleh Pom Depok warga yang menjadi korban di arahkan ke Pom AU di Halim Perdanakusuma.
"Kewenangan kita beda, warga sudah ditunggu disana (Pom Halim Perdanakusuma)," tandasnya.
Warga yang tidak terima dengan peristiwa itu, langsung melaporkan tindakan oknum aparat ke Polres Depok. Sebab warga mengaku mendapatkan penganiayaan pada saat eksekusi berlangsung.
Setelah melapor ke Polres Depok, warga yang menjadi korban diarahkan ke Pos Pom TNI AD di Kota Kembang, Depok. Tidak hanya lapor ke Pom AD, warga juga akan mengadukan peristiwa kekerasan tersebut ke Lembaga HAM Kontras.
"Kami dianiaya, anak kecil saja sampai diseret. Kami mau laporkan ini ke Kontras, biar bagaimana pun, orang tua kami juga pejuang. Kami akan legowo jika PN Jakarta Timur menyatakan kami kalah," jelas salah seorang warga kepada wartawan saat melapor ke Pospom TNI AD Depok, Selasa (4/12/12).
Sementara itu Danpospom Depok Letnan satu Nalib Zainudin mengatakan, laporan warga korban tersebut akan diteruskan ke Pom AU di Halim Perdanakusumah. Karena yang berhak menangani perkara ini adalah Pom AU di Halim Perdanakusuma
"Benar ada warga melaporkan ada dugaan penganiayaan. Awalnya laporan itu ke Polres, namun diarahkan ke kami," ujarnya.
Ia mengaku, setelahnya melakukan kordinasi, oleh Pom Depok warga yang menjadi korban di arahkan ke Pom AU di Halim Perdanakusuma.
"Kewenangan kita beda, warga sudah ditunggu disana (Pom Halim Perdanakusuma)," tandasnya.
(stb)