Penderita HIV/AIDS di NTT meningkat
Selasa, 04 Desember 2012 - 12:21 WIB
Penderita HIV/AIDS di NTT meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Ketiadaan obat untuk penderita HIV/AIDS (retroviral) menyebabkan penyebaran penyakit mematikan tersebut di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat.
Hingga Januari-November 2012, diketahui ada sekira 35 kasus yang diketahui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Kemungkinan jumlah penderita bertambah karena diduga tidak semua penderita mau berobat ke rumah sakit.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu Nusa Tenggara Timur mengakui sejak munculnya kasus HIV-AIDS, hingga saat ini belum pernah memiliki obat untuk penderita AIDS seperti retroviral.
“Selama ini memang tidak ada obat itu (retrival-red), itu biasanya diadakan oleh program pusat. Kami hanya bisa melakukan konseling pada penderita,” kata Kepala TU RSUD Kefamenanu, Robert Ceunfin, di Kefamenanu, NTT, Selasa (04/12/2012).
Solusinya, Jelas Robert, untuk mengatasi penyebaran itu pihaknya hanya sebatas memberi konseling serta pendampingan. Sedangkan upaya lain baru sebatas pengobatan gejala yang muncul pada penderita.
Rumah Sakit Umum Kefamenanu mencatat sejak tahun 2011 lalu diketahui 109 kasus AIDS, itupun diketahui saat pasien berkunjung ke rumah sakit.
Penyebaran kasus HIV-AIDS diderita warga dengan usia produktif dan terbanyak di daerah perbatasan RI-RDTL. Mereka harapkan ada bantuan obat obatan dari pusat agar bisa menekan penyebaran virus mematikan tersebut.
Hingga Januari-November 2012, diketahui ada sekira 35 kasus yang diketahui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Kemungkinan jumlah penderita bertambah karena diduga tidak semua penderita mau berobat ke rumah sakit.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu Nusa Tenggara Timur mengakui sejak munculnya kasus HIV-AIDS, hingga saat ini belum pernah memiliki obat untuk penderita AIDS seperti retroviral.
“Selama ini memang tidak ada obat itu (retrival-red), itu biasanya diadakan oleh program pusat. Kami hanya bisa melakukan konseling pada penderita,” kata Kepala TU RSUD Kefamenanu, Robert Ceunfin, di Kefamenanu, NTT, Selasa (04/12/2012).
Solusinya, Jelas Robert, untuk mengatasi penyebaran itu pihaknya hanya sebatas memberi konseling serta pendampingan. Sedangkan upaya lain baru sebatas pengobatan gejala yang muncul pada penderita.
Rumah Sakit Umum Kefamenanu mencatat sejak tahun 2011 lalu diketahui 109 kasus AIDS, itupun diketahui saat pasien berkunjung ke rumah sakit.
Penyebaran kasus HIV-AIDS diderita warga dengan usia produktif dan terbanyak di daerah perbatasan RI-RDTL. Mereka harapkan ada bantuan obat obatan dari pusat agar bisa menekan penyebaran virus mematikan tersebut.
(ysw)