Eksekusi rumah purnawirawan TNI AU ricuh
Selasa, 04 Desember 2012 - 11:52 WIB
Eksekusi rumah purnawirawan TNI AU ricuh
A
A
A
Sindonews.com - Kasus sengketa rumah dinas yang berujung pada eksekusi Perumahan purnawirawan TNI Angakatan Udara, Cilangkap, Tapos, Depok berlangsung ricuh. Kericuhan berlangsung sejak Sabtu kemarin, dan terus menerus berlangsung hingga hari ini mencapai puncaknya yang berujung bentrokan.
Menurut warga, ratusan personel baret loreng telah mengepung perumahan tersebut sejak subuh pagi tadi. Pasukan kemudian langsung mengeksekusi, dan mengeluarkan barang-barang milik warga.
Diperlakukan seperti itu, warga tidak terima dan memberikan perlawanan. Akibatnya, bentrokan pun tidak bisa dihindari. akibat dari bentrokan tersebut, Dian Larasanti anak dari purnawirawan Juju jatuh pingsan.
"Kami tidak tahu harus kemana, kami mencoba bertahan. Saya diseret oleh empat personel loreng karena tidak mau keluar dari rumah sampai pingsan," kata Dian di Kantor Denpom TNI AD, Kota Kembang, Depok, Selasa (4/12/2012)
Penuturan lainnya diungkapkan oleh Robby, yang mengaku diseret hingga 20 meter dari rumahnya hingga ke pos jaga. Karena terkena aspal, kakinya luka dan matanya ditinju.
"Saya melawan, dan bertahan, lalu diseret kena aspal. Kami masih akan bertahan karena belum putus sidang di PN Jakarta Timur," jelasnya.
Robby mengaku, sejumlah anak kecil juga ikut menjadi korban, seperti Fahri yang masih duduk di bangku Kelas I SMP.
"Ia berada di tengah kerumunan, lalu terkena pukulan dan dilempar," ungkapnya.
Sementara itu, sedikitnya terdapat 68 rumah yang akan dieksekusi, hingga saat ini sudaht tujuh rumah yang sudah berhasil dieksekusi oleh aparat.
Sebelumnya Kepala Dinas Personel Mabes TNI AU Letkol Askari menolak, jika pihaknya memaksa dan mengusir warga. Pasalnya imbauan sudah dilakukan sejak 2003 lalu, agar warga bisa pindah secara bertahap.
Pihaknya melakukan kebijakan itu sesuai aturan rumah dinas dan aturan dalam buku petunjuk pelaksanaan tentang pengelolan rumah negara.
Menurut warga, ratusan personel baret loreng telah mengepung perumahan tersebut sejak subuh pagi tadi. Pasukan kemudian langsung mengeksekusi, dan mengeluarkan barang-barang milik warga.
Diperlakukan seperti itu, warga tidak terima dan memberikan perlawanan. Akibatnya, bentrokan pun tidak bisa dihindari. akibat dari bentrokan tersebut, Dian Larasanti anak dari purnawirawan Juju jatuh pingsan.
"Kami tidak tahu harus kemana, kami mencoba bertahan. Saya diseret oleh empat personel loreng karena tidak mau keluar dari rumah sampai pingsan," kata Dian di Kantor Denpom TNI AD, Kota Kembang, Depok, Selasa (4/12/2012)
Penuturan lainnya diungkapkan oleh Robby, yang mengaku diseret hingga 20 meter dari rumahnya hingga ke pos jaga. Karena terkena aspal, kakinya luka dan matanya ditinju.
"Saya melawan, dan bertahan, lalu diseret kena aspal. Kami masih akan bertahan karena belum putus sidang di PN Jakarta Timur," jelasnya.
Robby mengaku, sejumlah anak kecil juga ikut menjadi korban, seperti Fahri yang masih duduk di bangku Kelas I SMP.
"Ia berada di tengah kerumunan, lalu terkena pukulan dan dilempar," ungkapnya.
Sementara itu, sedikitnya terdapat 68 rumah yang akan dieksekusi, hingga saat ini sudaht tujuh rumah yang sudah berhasil dieksekusi oleh aparat.
Sebelumnya Kepala Dinas Personel Mabes TNI AU Letkol Askari menolak, jika pihaknya memaksa dan mengusir warga. Pasalnya imbauan sudah dilakukan sejak 2003 lalu, agar warga bisa pindah secara bertahap.
Pihaknya melakukan kebijakan itu sesuai aturan rumah dinas dan aturan dalam buku petunjuk pelaksanaan tentang pengelolan rumah negara.
(stb)