Hujan lebat, 44 desa terendam banjir
Sabtu, 01 Desember 2012 - 17:17 WIB
Hujan lebat, 44 desa terendam banjir
A
A
A
Sindonews.com - Hujan lebat yang menguyur Aceh Utara menyebabkan 44 desa dilanda banjir sejak siang tadi. Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara terus berupaya melakukan pendataan dan membangun tenda darurat.
Sekretaris BPBD Aceh Utara Munawar menyatakan, pihaknya sudah mendata tiga kecamatan. Sedikitnya di Kecamatan Matangkuli 17 desa terendam, Kecamatan Tanah Luas 13 desa dan di Kecamatan Pirak 14 desa.
“Sekarang anak buah saya masih di lapangan melakukan pendataan jadi belum semua terdata,” ungkap Munawar, Sabtu (1/12/2012).
Ketinggian air setiap lokasi berbeda-beda, Munawar memperkirakan bisa mencapai satu meter. Warga sejumlah desa yang terendam banjir saat ini diketahui sudah meninggalkan rumahnya dan berkumpul di jalan-jalan. Untuk mengantisipasi naiknya air, pihak BPBD telah mendirikan tenda.
“Baru dibangun dua tenda, satu di Matangku dan satunya lagi di Pirak, Kami juga siagakan dua boat karet” jelas Munawar.
Menurutnya, BPBD Aceh Utara saat ini membutuhkan sedikitnya 15 boat karet untuk mengantisipasi meluasnya dampak banjir serta mengevakuasi warga.
“Kami kekurangan boat karet tolong diberitakan agar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengirim bantuan,” harap Munawar.
Sejumlah bantuan logistik berupa mie instan, ikan kaleng serta beras sudah dikirim ke lokasi banjir oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sejumlah desa warganya sejumlah desa saat ini sudah berkumpul di masjid sekitar bersiap mengungsi jika air tidak surut.
Sekretaris BPBD Aceh Utara Munawar menyatakan, pihaknya sudah mendata tiga kecamatan. Sedikitnya di Kecamatan Matangkuli 17 desa terendam, Kecamatan Tanah Luas 13 desa dan di Kecamatan Pirak 14 desa.
“Sekarang anak buah saya masih di lapangan melakukan pendataan jadi belum semua terdata,” ungkap Munawar, Sabtu (1/12/2012).
Ketinggian air setiap lokasi berbeda-beda, Munawar memperkirakan bisa mencapai satu meter. Warga sejumlah desa yang terendam banjir saat ini diketahui sudah meninggalkan rumahnya dan berkumpul di jalan-jalan. Untuk mengantisipasi naiknya air, pihak BPBD telah mendirikan tenda.
“Baru dibangun dua tenda, satu di Matangku dan satunya lagi di Pirak, Kami juga siagakan dua boat karet” jelas Munawar.
Menurutnya, BPBD Aceh Utara saat ini membutuhkan sedikitnya 15 boat karet untuk mengantisipasi meluasnya dampak banjir serta mengevakuasi warga.
“Kami kekurangan boat karet tolong diberitakan agar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengirim bantuan,” harap Munawar.
Sejumlah bantuan logistik berupa mie instan, ikan kaleng serta beras sudah dikirim ke lokasi banjir oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sejumlah desa warganya sejumlah desa saat ini sudah berkumpul di masjid sekitar bersiap mengungsi jika air tidak surut.
(rsa)