Tidak dipakai semestinya, Jokowi ancam tarik KJP
Sabtu, 01 Desember 2012 - 11:13 WIB
Tidak dipakai semestinya, Jokowi ancam tarik KJP
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mencabut kepemilikian Kartu Jakarta Pintar (KJP) siswa, jika kedapatan melakukan pemakaian fungsi kartu tak semestinya.
Menurut Jokowi, hal itu merupakan sikap yang patut dilakukan pihaknya sebagai antisipasi kenakalan siswa yang memiliki KJP.
"Jangan sampai, nanti uang yang banyak per-bulan ini digunakan untuk beli TV, enggak boleh. Langsung dicabut nanti kalau dipakai buat beli TV. Ngontrolnya gampang," tukas Jokowi saat peluncuran KJP, di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2102).
Terkait pengawasannya, menurut Jokowi, nanti akan dilakukan kontrol pada setiap anak maupun orangtua. Hal itu untuk melihat apakah kartu yang diterima digunakan sesuai dengan peraturan yang ada.
"Pengawasan gimana, wong sudah sistem kartu, kok pengawasan. Ya nanti akan dikontrol, akan disampling ke anak, ke orangtua, digunakan untuk apa aja kartunya," jelas Jokowi.
Di sisi lain, diketahui saldo yang akan diterima oleh semua siswa yang memegang KJP akan dikirimkan pada tanggal 1 setiap bulannya.
"(Saldo) setiap tanggal 1 sudah masuk," kata pria yang akrab disapa Jokowi ini di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/11/2012).
Diketahui, peluncuran 3.000 KJP ini merupakan tahap awal. Rencananya, bulan Desember KJP tersebut akan ditambah sebanyak 6.000 KJP. Lalu akan diteruskan peluncuran lainnya hingga 332.000 KJP untuk sekolah swasta maupun negeri.
Untuk masing-masing KJP, siswa pemilik KJP akan disediakan dana perbulannya sesuai dengan tingkatannya, yakni, SMA/SMK diberikan Rp240 ribu, SMP Rp210 ribu, dan SD Rp180 ribu.
Menurut Jokowi, hal itu merupakan sikap yang patut dilakukan pihaknya sebagai antisipasi kenakalan siswa yang memiliki KJP.
"Jangan sampai, nanti uang yang banyak per-bulan ini digunakan untuk beli TV, enggak boleh. Langsung dicabut nanti kalau dipakai buat beli TV. Ngontrolnya gampang," tukas Jokowi saat peluncuran KJP, di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2102).
Terkait pengawasannya, menurut Jokowi, nanti akan dilakukan kontrol pada setiap anak maupun orangtua. Hal itu untuk melihat apakah kartu yang diterima digunakan sesuai dengan peraturan yang ada.
"Pengawasan gimana, wong sudah sistem kartu, kok pengawasan. Ya nanti akan dikontrol, akan disampling ke anak, ke orangtua, digunakan untuk apa aja kartunya," jelas Jokowi.
Di sisi lain, diketahui saldo yang akan diterima oleh semua siswa yang memegang KJP akan dikirimkan pada tanggal 1 setiap bulannya.
"(Saldo) setiap tanggal 1 sudah masuk," kata pria yang akrab disapa Jokowi ini di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/11/2012).
Diketahui, peluncuran 3.000 KJP ini merupakan tahap awal. Rencananya, bulan Desember KJP tersebut akan ditambah sebanyak 6.000 KJP. Lalu akan diteruskan peluncuran lainnya hingga 332.000 KJP untuk sekolah swasta maupun negeri.
Untuk masing-masing KJP, siswa pemilik KJP akan disediakan dana perbulannya sesuai dengan tingkatannya, yakni, SMA/SMK diberikan Rp240 ribu, SMP Rp210 ribu, dan SD Rp180 ribu.
(rsa)