Jokowi: KJP bukan untuk biaya sekolah
Sabtu, 01 Desember 2012 - 10:27 WIB
Jokowi: KJP bukan untuk biaya sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bukanlah kartu yang digunakan untuk biaya sekolah, melainkan memenuhi biaya kebutuhan peralatan sekolah maupun transportasi bagi siswa.
KJP ini sendiri sudah dilaunching langsung Jokowi pagi tadi di SMA Yappenda, Jakarta Utara, dan bisa langsung digunakan oleh para siswa.
"Jadi gini, sekali lagi, ini kan peluncuran pertama kartu pintar, dan tadi sudah dicoba penggunaan kartu ini di ATM Bank DKI, sudah berjalan," kata mantan Wali Kota Solo ini, di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2012).
Diketahui, peluncuran 3.000 KJP ini merupakan tahap awal. Rencananya, bulan Desember KJP tersebut akan ditambah sebanyak 6.000 KJP. Lalu akan diteruskan peluncuran lainnya hingga 332.000 KJP untuk sekolah swasta maupun negeri.
"Tapi yang banyak sekolah swasta yang diberikan kartu ini," jelas Jokowi.
Di sisi lain, dana yang disediakan perbulannya bagi siswa yang ada sesuai tingkatannya yakni, SMA/SMK diberikan Rp240 ribu, SMP Rp210 ribu, dan SD Rp180 ribu.
"Dan itu bukan untuk biaya sekolah, tapi untuk biaya beli seragam, beli sepatu, beli buku, sama untuk tambahan biaya gizi dan transport. Karena biaya sekolah sudah ditanggung," tukas Jokowi.
KJP ini sendiri sudah dilaunching langsung Jokowi pagi tadi di SMA Yappenda, Jakarta Utara, dan bisa langsung digunakan oleh para siswa.
"Jadi gini, sekali lagi, ini kan peluncuran pertama kartu pintar, dan tadi sudah dicoba penggunaan kartu ini di ATM Bank DKI, sudah berjalan," kata mantan Wali Kota Solo ini, di SMA Yappenda, Jakarta Utara, Sabtu (1/12/2012).
Diketahui, peluncuran 3.000 KJP ini merupakan tahap awal. Rencananya, bulan Desember KJP tersebut akan ditambah sebanyak 6.000 KJP. Lalu akan diteruskan peluncuran lainnya hingga 332.000 KJP untuk sekolah swasta maupun negeri.
"Tapi yang banyak sekolah swasta yang diberikan kartu ini," jelas Jokowi.
Di sisi lain, dana yang disediakan perbulannya bagi siswa yang ada sesuai tingkatannya yakni, SMA/SMK diberikan Rp240 ribu, SMP Rp210 ribu, dan SD Rp180 ribu.
"Dan itu bukan untuk biaya sekolah, tapi untuk biaya beli seragam, beli sepatu, beli buku, sama untuk tambahan biaya gizi dan transport. Karena biaya sekolah sudah ditanggung," tukas Jokowi.
(rsa)