KPU terima berkas tes kesehatan Cagub Jabar
Sabtu, 01 Desember 2012 - 01:32 WIB
KPU terima berkas tes kesehatan Cagub Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat (Jabar) menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap lima pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, pada Jumat 30 November 2012.
Berkas tes kesehatan fisik dan psikis sebelumnya diserahkan Ketua Tim Pemeriksa Erwan Martanto kepada Ketua IDI Jabar, dr Rulyanto. Lalu IDI menyerahkannya kepada Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Selanjutnya Yayat menyerahkan berkas kepada Komisioner KPU Jabar, sekaligus Ketua Pokja Pencalonan Teten Setiawan.
Rulyanto menjelaskan, IDI hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 10 orang bakal calon berdasarkan pemintaan KPU Jabar. “Masalah hasilnya, apakah ada bakal calon yang tidak sehat, nanti KPU yang menjelaskan," ungkapnya, di Sekretariat KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung.
Dia menegaskan, pemeriksaan kesehatan tidak selalu sejalan dengan apa yang dilihat, sehingga tidak bisa disimpulkan dengan opini. Sebab, orang yang tampak sehat bisa saja menderita penyakit. "Pemeriksaan tidak bisa dikira-kira," tukasnya.
Dalam pemeriksaan dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu 24-25 November lalu, IDI telah memberikan petunjuk sehat atau tidak sehat.
"Silahkan KPU melihat, apakah ada atau tidak ada dari bakal calon yang masuk kriteria-kriteria itu. Ada visibilitynya. Kami tidak membuat petunjuk sendiri. Dalam hal ini, ada peraturan yang ditetapkan secara nasional,” terangnya.
Disinggung cagub/cawagub mana yang paling sehat untuk mengikuti Pilgub Jabar 2013, dia hanya memberikan ilustrasi. Misalnya, seseorang yang kolesterolnya 200, sulit disebut sehat atau tidak. Karena boleh jadi setelah makan obat besoknya orang itu sehat kembali, dengan kolesterol 150.
“Kriteria sehat itu banyak. Berdasarkan WHO, sehat adalah sehat secara jasmani-rohani dan lain sebagainya. Tapi itu sangat umum, dan orang tidak lepas dari penyakit. Maka pemeriksaan lebih mengarah pada yang berbahaya atau tidak, apakah penyakitnya itu berakibat mengganggu pekerjaannya atau tidak," tegasnya.
Berkas tes kesehatan fisik dan psikis sebelumnya diserahkan Ketua Tim Pemeriksa Erwan Martanto kepada Ketua IDI Jabar, dr Rulyanto. Lalu IDI menyerahkannya kepada Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Selanjutnya Yayat menyerahkan berkas kepada Komisioner KPU Jabar, sekaligus Ketua Pokja Pencalonan Teten Setiawan.
Rulyanto menjelaskan, IDI hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 10 orang bakal calon berdasarkan pemintaan KPU Jabar. “Masalah hasilnya, apakah ada bakal calon yang tidak sehat, nanti KPU yang menjelaskan," ungkapnya, di Sekretariat KPU Jabar, Jalan Garut, Bandung.
Dia menegaskan, pemeriksaan kesehatan tidak selalu sejalan dengan apa yang dilihat, sehingga tidak bisa disimpulkan dengan opini. Sebab, orang yang tampak sehat bisa saja menderita penyakit. "Pemeriksaan tidak bisa dikira-kira," tukasnya.
Dalam pemeriksaan dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu 24-25 November lalu, IDI telah memberikan petunjuk sehat atau tidak sehat.
"Silahkan KPU melihat, apakah ada atau tidak ada dari bakal calon yang masuk kriteria-kriteria itu. Ada visibilitynya. Kami tidak membuat petunjuk sendiri. Dalam hal ini, ada peraturan yang ditetapkan secara nasional,” terangnya.
Disinggung cagub/cawagub mana yang paling sehat untuk mengikuti Pilgub Jabar 2013, dia hanya memberikan ilustrasi. Misalnya, seseorang yang kolesterolnya 200, sulit disebut sehat atau tidak. Karena boleh jadi setelah makan obat besoknya orang itu sehat kembali, dengan kolesterol 150.
“Kriteria sehat itu banyak. Berdasarkan WHO, sehat adalah sehat secara jasmani-rohani dan lain sebagainya. Tapi itu sangat umum, dan orang tidak lepas dari penyakit. Maka pemeriksaan lebih mengarah pada yang berbahaya atau tidak, apakah penyakitnya itu berakibat mengganggu pekerjaannya atau tidak," tegasnya.
(san)