Dewan sesalkan tindakan oknum guru SDN
Sabtu, 01 Desember 2012 - 03:08 WIB
Dewan sesalkan tindakan oknum guru SDN
A
A
A
Sindonews.com - Komis D DPRD Kota Malang, Jawa Timur angkat bicara soal adanya wali murid SDN Tukusrejo IV, Kota Malang yang memprotes ulah Djarno Teguh Prasetyo, guru kelas III yang berlaku tidak terpuji.
Menurut anggota Komisi D, Rahayu Sugiarti, mengatakan, tindakan Teguh tidak pantas dilakukan meski ada siswa yang nakal. Seharusnya, kata Rahayu, guru bisa memahami bagaimana cara menangani karakter siswa dan tidak main tangan.
"Guru seharusnya punya trik menghadapi siswa yang nakal dan memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga siswa bisa fokus belajar bersama guru," kata Rahayu, Jumat (30/11/2012).
Karenanya, Rahayu mengusulkan Dinas Pendidikan Kota Malang dapat memberikan pelatihan pengajaran yang atraktif pada guru minimal seminggu sekali. Hal itu juga bisa dijadikan evaluasi bagi guru dalam mengajar.
Sementara itu, Djarno Teguh Prasetyo saat dikonfirmasi mengaku khilaf telah menyobek buku ulangan siswanya. Teguh mengaku tidak sabar menghadapi kenakalan yang dilakukan oleh siswanya.
"Saya memang salah dan khilaf menyobek buku siswa, tapi kalau pemukulan saya rasa tidak pernah," kata Teguh.
Terkait tuntutan walimurid agar dirinya dimutasi ke sekolah lain, Teguh mengaku siap menerima konsekuensi apapun dari Dinas Pendidikan. Ia juga siap ditempatkan dimana saja dan siap menerima hukuman atas perbuatannya.
"Saya siap menerima hukuman apapun atas kesalahan saya," katanya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid SDN Tulusrejo IV, Kota Malang, mendatangi sekolah dan memprotes tindakan Teguh karena menampar anak-anak mereka dan menyobek buku ulangan sehingga membuat trauma siswa.
Menurut anggota Komisi D, Rahayu Sugiarti, mengatakan, tindakan Teguh tidak pantas dilakukan meski ada siswa yang nakal. Seharusnya, kata Rahayu, guru bisa memahami bagaimana cara menangani karakter siswa dan tidak main tangan.
"Guru seharusnya punya trik menghadapi siswa yang nakal dan memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga siswa bisa fokus belajar bersama guru," kata Rahayu, Jumat (30/11/2012).
Karenanya, Rahayu mengusulkan Dinas Pendidikan Kota Malang dapat memberikan pelatihan pengajaran yang atraktif pada guru minimal seminggu sekali. Hal itu juga bisa dijadikan evaluasi bagi guru dalam mengajar.
Sementara itu, Djarno Teguh Prasetyo saat dikonfirmasi mengaku khilaf telah menyobek buku ulangan siswanya. Teguh mengaku tidak sabar menghadapi kenakalan yang dilakukan oleh siswanya.
"Saya memang salah dan khilaf menyobek buku siswa, tapi kalau pemukulan saya rasa tidak pernah," kata Teguh.
Terkait tuntutan walimurid agar dirinya dimutasi ke sekolah lain, Teguh mengaku siap menerima konsekuensi apapun dari Dinas Pendidikan. Ia juga siap ditempatkan dimana saja dan siap menerima hukuman atas perbuatannya.
"Saya siap menerima hukuman apapun atas kesalahan saya," katanya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid SDN Tulusrejo IV, Kota Malang, mendatangi sekolah dan memprotes tindakan Teguh karena menampar anak-anak mereka dan menyobek buku ulangan sehingga membuat trauma siswa.
(ysw)