Hari kedua, Stasiun Bogor sepi
Jum'at, 30 November 2012 - 14:18 WIB
Hari kedua, Stasiun Bogor sepi
A
A
A
Sindonews.com - Hari kedua beroperasinya Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta, pasca penutupan layanan penumpang selama sepekan akibat longsor, antusiasme penumpang untuk menggunakan KRL masih kurang.
Berdasarkan pantauan, ratusan penumpang di Stasiun Bogor tidak terlihat membludak atau berdesak-desakan saat memasuki KRL. Bahkan saat di dalam gerbong pun para penumpang KRL tidak berebut bangku.
Sejumlah penumpang yang ditemui di Stasiun Bogor menyatakan tak menyangka bakal lengang seperti ini. Padahal biasanya jumlah penumpang membludak, dan sulit mendapat tempat duduk.
"Ya mas, jangankan bangku di gerbong, tempat duduk dan peron saja kadang penuh," kata Wildan (39), karyawan sebuah perusahaan swasta di daerah Mangga Besar, saat ditemui di Stasiun Bogor, Jumat (30/11/2012).
Wildan mengaku, baru kali ini kembali naik kereta setelah hampir seminggu lebih menggunakan bus dari Terminal Baranangsiang untuk berangkat ke kantor.
"Pas kemarin (Kamis-red) saya masih pakai bus, sekarang baru nyoba lagi naik kereta, ternyata sepi. Mudah-mudahan saja, begini terus, biar bisa duduk," ujarnya.
Hal senada dikatakan Ratna (26) penumpang KRL lainnya. Jumlah penumpang tidak sebanyak yang diperkirakan.
"Di hari kedua kereta masih sepi mas,” kata Ranta yang hendak ke Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.
Kepala Humas Daop I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, masih sepinya penumpang KRL karena pengoperasian kereta masih baru dua hari.
"Kalau informasi sudah kita sampaikan ke masyarakat lewat media cetak dan elektronik. Mungkin sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahuinya," ujar Mateta di Stasiun Bogor.
Berdasarkan pantauan, ratusan penumpang di Stasiun Bogor tidak terlihat membludak atau berdesak-desakan saat memasuki KRL. Bahkan saat di dalam gerbong pun para penumpang KRL tidak berebut bangku.
Sejumlah penumpang yang ditemui di Stasiun Bogor menyatakan tak menyangka bakal lengang seperti ini. Padahal biasanya jumlah penumpang membludak, dan sulit mendapat tempat duduk.
"Ya mas, jangankan bangku di gerbong, tempat duduk dan peron saja kadang penuh," kata Wildan (39), karyawan sebuah perusahaan swasta di daerah Mangga Besar, saat ditemui di Stasiun Bogor, Jumat (30/11/2012).
Wildan mengaku, baru kali ini kembali naik kereta setelah hampir seminggu lebih menggunakan bus dari Terminal Baranangsiang untuk berangkat ke kantor.
"Pas kemarin (Kamis-red) saya masih pakai bus, sekarang baru nyoba lagi naik kereta, ternyata sepi. Mudah-mudahan saja, begini terus, biar bisa duduk," ujarnya.
Hal senada dikatakan Ratna (26) penumpang KRL lainnya. Jumlah penumpang tidak sebanyak yang diperkirakan.
"Di hari kedua kereta masih sepi mas,” kata Ranta yang hendak ke Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.
Kepala Humas Daop I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, masih sepinya penumpang KRL karena pengoperasian kereta masih baru dua hari.
"Kalau informasi sudah kita sampaikan ke masyarakat lewat media cetak dan elektronik. Mungkin sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahuinya," ujar Mateta di Stasiun Bogor.
(stb)