Petani Lutim diminta kurangi pestisida
Rabu, 28 November 2012 - 19:48 WIB
Petani Lutim diminta kurangi pestisida
A
A
A
Sindonews.com - Buruknya dampak penggunaan pestisida terhadap lingkungan membuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) menyarankan pada petani untuk mengurangi penggunaan bahan kimia tersebut.
"Kalau memang harus menggunakan pestisida, maka itu jalan terakhir yang dilakukan petani," kata Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler kepada SINDO seusai rapat koordinasi Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Rabu (28/11/2012).
Menurut dia pemberian pestisida terhadap tanaman, apalagi jika berlebihan akan berakibat tidak aman untuk di konsumsi.
Oleh karenanya, kata Husler menjadi tanggungjawab kita semua ditingkat lapangan khususnya para penyuluh agar mampu meyakinkan petani untuk mengurangi penggunaan pestisida.
Dengan begitu, kata Husler penggunaan pestisida yang aman dan ramah lingkungan dapat terwujud.
Husler juga menyambut baik keberhasilan yang dicapai pada program P2BN khususnya kegiatan SL-PT, dimana adanya peningkatan produksi petani.
Hal ini dapa dilihat dari beberapa peningkatan produktivitas dibeberapa kecamatan yang rata-rata mencapai 7,28 ton/hektar.
“Keberhasilan ini merupakan kerja keras semua komponen masyarakat, sehingga program ini dapat terlaksana seperti yang di rencanakan” jelas Husler.
"Kalau memang harus menggunakan pestisida, maka itu jalan terakhir yang dilakukan petani," kata Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler kepada SINDO seusai rapat koordinasi Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Rabu (28/11/2012).
Menurut dia pemberian pestisida terhadap tanaman, apalagi jika berlebihan akan berakibat tidak aman untuk di konsumsi.
Oleh karenanya, kata Husler menjadi tanggungjawab kita semua ditingkat lapangan khususnya para penyuluh agar mampu meyakinkan petani untuk mengurangi penggunaan pestisida.
Dengan begitu, kata Husler penggunaan pestisida yang aman dan ramah lingkungan dapat terwujud.
Husler juga menyambut baik keberhasilan yang dicapai pada program P2BN khususnya kegiatan SL-PT, dimana adanya peningkatan produksi petani.
Hal ini dapa dilihat dari beberapa peningkatan produktivitas dibeberapa kecamatan yang rata-rata mencapai 7,28 ton/hektar.
“Keberhasilan ini merupakan kerja keras semua komponen masyarakat, sehingga program ini dapat terlaksana seperti yang di rencanakan” jelas Husler.
(ysw)