Gunung Lokon semburkan debu vulkanik
Rabu, 28 November 2012 - 16:25 WIB
Gunung Lokon semburkan debu vulkanik
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Api Lokon yang berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus. Letusan kali ini disertai debu vulkanik setinggi 3,5 kilometer yang disertai suara gemuruh kuat hingga terdengar di pos pemantau.
Sementara itu, warga yang berada di kaki gunung kembali diimbau untuk waspada dan dilarang beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Letusan tak hanya terjadi satu kali, namun pukul 12.00 Wita letusan susulan kembali terjadi dengan ketinggian 300 meter. Letusan disertai suara gemuruh hingga terdengar sampai ke pos pemantauan.
Kondisi tersebut membuat warga yang bermukim di kaki gunung sempat panik. Namun oleh petugas mereka diimbau untuk tenang tetapi waspada terhadap ancaman letusan susulan.
Dari hasil pantauan petugas dari pos pengamat gunung api di desa Kakaskasen, magnitude kegempaan yang tercatat di alat seismograf menunjukkan peningkatan tremor 0,5 -5 milimeter.
"Status gunung masih siaga, kami sudah imbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar kaki gunung," ujar Farid Bina penjaga pos pemantau Gunung Lokon, di desa Kaskasen, Rabu (28/11/2012).
Sementara itu, warga yang berada di kaki gunung kembali diimbau untuk waspada dan dilarang beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Letusan tak hanya terjadi satu kali, namun pukul 12.00 Wita letusan susulan kembali terjadi dengan ketinggian 300 meter. Letusan disertai suara gemuruh hingga terdengar sampai ke pos pemantauan.
Kondisi tersebut membuat warga yang bermukim di kaki gunung sempat panik. Namun oleh petugas mereka diimbau untuk tenang tetapi waspada terhadap ancaman letusan susulan.
Dari hasil pantauan petugas dari pos pengamat gunung api di desa Kakaskasen, magnitude kegempaan yang tercatat di alat seismograf menunjukkan peningkatan tremor 0,5 -5 milimeter.
"Status gunung masih siaga, kami sudah imbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar kaki gunung," ujar Farid Bina penjaga pos pemantau Gunung Lokon, di desa Kaskasen, Rabu (28/11/2012).
(ysw)