Tes rel Cilebut dengan Lokomotif batu bara
Selasa, 27 November 2012 - 15:56 WIB
Tes rel Cilebut dengan Lokomotif batu bara
A
A
A
Sindonews.com - Setelah diuji coba menggunakan TG (kereta pemadat) seberat 150 ton, dan dua kali Kereta Rel Listrik (KRL) 40 ton, jalur satu rel Cilebut, yang terkena longsor kembali dites menggunakan rangkaian kereta lokomotif pengangkut batu bara seberat 150 ton.
Berdasarkan pantauan Kereta Rel Diesel (KRD), lokomotif itu melintas di jalur area longsor secara perlahan dengan kecepatan 5 KM/jam. Bahkan kereta dengan 6 gerbong tanpa muatan itu, sempat berhenti di atas rel dekat tebing longsoran yang kini sudah dipadati bronjong.
Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rizalulhaq menjelaskan, uji coba menggunakan lokomotif pengangkut batu bara ini baru pertama kali dilakukan.
"Hal itu sengaja untuk menguji kekokohan atau kekuatan rel jalur satu yang saat ini sudah selesai diperbaiki dan sedang disesuaikan dengan instalasi Listrik Aliran Atas (LAA)," ujarnya kepada wartawan di lokasi longsor, Bogor, Selasa (27/11/2012).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya tidak akan menunda-nunda lagi jalur satu rel antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede ini dapat dilintasi KRL berpenumpang jika kondisinya memang sudah layak.
"Pastinya kita akan segera operasikan KRL untuk umum dengan layanan Bogor-Jakarta, jika rel sudah betul-betul siap dan aman dilintasi KRL. Kita akan koordinasi dengan dalops di lapangan, dan operator KRL di Stasiun Bogor dan Cilebut," tukasnya.
Berdasarkan pantauan Kereta Rel Diesel (KRD), lokomotif itu melintas di jalur area longsor secara perlahan dengan kecepatan 5 KM/jam. Bahkan kereta dengan 6 gerbong tanpa muatan itu, sempat berhenti di atas rel dekat tebing longsoran yang kini sudah dipadati bronjong.
Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rizalulhaq menjelaskan, uji coba menggunakan lokomotif pengangkut batu bara ini baru pertama kali dilakukan.
"Hal itu sengaja untuk menguji kekokohan atau kekuatan rel jalur satu yang saat ini sudah selesai diperbaiki dan sedang disesuaikan dengan instalasi Listrik Aliran Atas (LAA)," ujarnya kepada wartawan di lokasi longsor, Bogor, Selasa (27/11/2012).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya tidak akan menunda-nunda lagi jalur satu rel antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede ini dapat dilintasi KRL berpenumpang jika kondisinya memang sudah layak.
"Pastinya kita akan segera operasikan KRL untuk umum dengan layanan Bogor-Jakarta, jika rel sudah betul-betul siap dan aman dilintasi KRL. Kita akan koordinasi dengan dalops di lapangan, dan operator KRL di Stasiun Bogor dan Cilebut," tukasnya.
(san)