Disomasi, PT KAI balik tantang Aspeka
Selasa, 27 November 2012 - 15:44 WIB
Disomasi, PT KAI balik tantang Aspeka
A
A
A
Sindonews.com - PT KAI siap menghadapi somasi dari Asosiasi Penumpang Kereta Api (Aspeka) terkait buruknya pelayanan KRL, baik secara formil, maupun non formil.
"Silahkan saja somasi, saya akan menanggapi kalau sudah menerima surat somasi tersebut secara resmi," ujar Kepala Humas Daop I PT KAI Jabodetabek Mateta Rizalulhaq saat ditemui di lokasi longsor rel Cilebut, Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (27/11/2012).
Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengetahui rencana dan isi somasi tersebut. Diantaranya terkait keluhan penumpang yang merasa tidak nyaman dengan tidak sterilnya pedagang yang memadati peron disejumlah stasiun.
"Saya tanggapinya secara positif saja. Kita akan menertibkan pedagang, mulai dari Stasiun Cilebut dan Bojonggede. Jika diprotes pedagang, saya akan tunjukan surat sebagai dasar atau alasan menertibkan karena adanya somasi dari Aspeka," katanya.
Dia menambahkan, sebelum ada somasi pihaknya sudah melakukan upaya-upaya penertiban dan peningkatan peron dibeberapa stasiun.
"Kita sudah perpanjang peron agar tidak sempit, kemudian di Stasiun Gondangdia dan Kalibata, kita tertibkan pedagang, tapi apa kita selalu berhadapan dengan pedagang," tandasnya.
Pihaknya siap menanggapi secara positif dari sisi operasionalnya. Kalau soal pelayanan itu, kewenangan PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ). "Operasionalnya memang Daop I, tapi kalau soal pelayanan yang dinilai buruk, itu biar KCJ yang menanggapi," tandasnya.
Sekedar diketahui, Aspeka Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, melayangkan somasi. Para penumpang mengeluhkan buruknya pelayanan KRL yang juga ditanggapi oleh PT KAI.
Ada tiga hal yang dikritik oleh para penumpang melalui Aspeka yaknipelayanan KRL. Mulai dari pelayanan di stasiun, pelayanan di dalam KRL hingga kebijakan manajemen. Kemudian telatnya jadwal keberangkatan, AC tidak berjalan dengan baik, pedagang asongan yang masuk ke dalam kereta, hingga permintaan adanya e-ticketing.
"Silahkan saja somasi, saya akan menanggapi kalau sudah menerima surat somasi tersebut secara resmi," ujar Kepala Humas Daop I PT KAI Jabodetabek Mateta Rizalulhaq saat ditemui di lokasi longsor rel Cilebut, Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (27/11/2012).
Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengetahui rencana dan isi somasi tersebut. Diantaranya terkait keluhan penumpang yang merasa tidak nyaman dengan tidak sterilnya pedagang yang memadati peron disejumlah stasiun.
"Saya tanggapinya secara positif saja. Kita akan menertibkan pedagang, mulai dari Stasiun Cilebut dan Bojonggede. Jika diprotes pedagang, saya akan tunjukan surat sebagai dasar atau alasan menertibkan karena adanya somasi dari Aspeka," katanya.
Dia menambahkan, sebelum ada somasi pihaknya sudah melakukan upaya-upaya penertiban dan peningkatan peron dibeberapa stasiun.
"Kita sudah perpanjang peron agar tidak sempit, kemudian di Stasiun Gondangdia dan Kalibata, kita tertibkan pedagang, tapi apa kita selalu berhadapan dengan pedagang," tandasnya.
Pihaknya siap menanggapi secara positif dari sisi operasionalnya. Kalau soal pelayanan itu, kewenangan PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ). "Operasionalnya memang Daop I, tapi kalau soal pelayanan yang dinilai buruk, itu biar KCJ yang menanggapi," tandasnya.
Sekedar diketahui, Aspeka Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, melayangkan somasi. Para penumpang mengeluhkan buruknya pelayanan KRL yang juga ditanggapi oleh PT KAI.
Ada tiga hal yang dikritik oleh para penumpang melalui Aspeka yaknipelayanan KRL. Mulai dari pelayanan di stasiun, pelayanan di dalam KRL hingga kebijakan manajemen. Kemudian telatnya jadwal keberangkatan, AC tidak berjalan dengan baik, pedagang asongan yang masuk ke dalam kereta, hingga permintaan adanya e-ticketing.
(san)