Warga Depok diminta waspada daerah rawan longsor
Selasa, 27 November 2012 - 15:07 WIB
Warga Depok diminta waspada daerah rawan longsor
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok meminta masyarakat untuk mewaspadai sembilan titik rawan longsor, saat musim penghujan. Peristiwa longsor terakhir, terjadi di Lereng Cinere, Pangkalan Jati, Cinere, Depok. Akibat longsor itu, jalan angkot D15 melalui Cinere, terputus.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dibimasda Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, sembilan titik longsor tersebut diantaranya Jalan Lembah Bukit (Cinere), Palsi Gunung Selatan (Cimanggis), Mutiara Depok (Pancoran Mas), dan Perumahan PGRI (Sukmajaya).
"Kawasan tersebut merupakan kawasan rawan longsor, bahkan sudah ada yang longsor, yakni di Cinere," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Depok, Selasa (27/11/2012).
Daerah tersebut, menjadi rawan longsor, karena tingginya debit air di musim penghujan. Selain itu, dinding saluran yang belum diturap juga dapat longsor dan membahayakan warga sekitar.
"Untuk mengantisipasi longsor, kami membangun turap dan bronjongan di sekitar dinding saluran, dan tebing yang masih berupa tanah. Sejauh ini masih dikerjakan proses pembangunan turap di daerah itu," terang Enco.
Sementara itu, terkait lokasi banjir, Depok memiliki 33 titik banjir yang umumnya terjadi di wilayah perumahan. Selain itu sejumlah tanggul yang berbatasan dengan perumahan juga kerap beberapa kali jebol, seperti di Perumahan Bukit Cengkeh dan Perumahan Bumi Sawangan Indah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dibimasda Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, sembilan titik longsor tersebut diantaranya Jalan Lembah Bukit (Cinere), Palsi Gunung Selatan (Cimanggis), Mutiara Depok (Pancoran Mas), dan Perumahan PGRI (Sukmajaya).
"Kawasan tersebut merupakan kawasan rawan longsor, bahkan sudah ada yang longsor, yakni di Cinere," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Depok, Selasa (27/11/2012).
Daerah tersebut, menjadi rawan longsor, karena tingginya debit air di musim penghujan. Selain itu, dinding saluran yang belum diturap juga dapat longsor dan membahayakan warga sekitar.
"Untuk mengantisipasi longsor, kami membangun turap dan bronjongan di sekitar dinding saluran, dan tebing yang masih berupa tanah. Sejauh ini masih dikerjakan proses pembangunan turap di daerah itu," terang Enco.
Sementara itu, terkait lokasi banjir, Depok memiliki 33 titik banjir yang umumnya terjadi di wilayah perumahan. Selain itu sejumlah tanggul yang berbatasan dengan perumahan juga kerap beberapa kali jebol, seperti di Perumahan Bukit Cengkeh dan Perumahan Bumi Sawangan Indah.
(san)