BPBD Bulukumba ajukan anggaran bencana Rp300 M
Senin, 26 November 2012 - 05:33 WIB
BPBD Bulukumba ajukan anggaran bencana Rp300 M
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba akan mengusulkan anggaran bantuan bencana alam ke pemerintah pusat sebesar Rp300 miliar. Rencananya, dana tersebut diperuntukan bagi korban bencana mulai 2006-2012.
Kepala BPB Bulukumba Muhammad Nawaling mengatakan, bahwa usulan permohonan bantuan dana tersebut sementara dalam tahap perlengkapan berkas, sebelum dikirim ke pusat.
“Jumlah dana yang kita diusulkan berdasarkan kebutuhan daerah. Hanya, diterima secara keseluruhan atau berapa saja, itu tergantung pusat, ungkap Nawaling, kepada SINDO, Minggu 25 November 2012.
Nawaling menambahkan, pihaknya mengusulkan dana besar tersebut, karena jika berhasil terealisasi akan dibagi dalam beberapa poin bantuan, berupa korban bencana, pembangunan tanggul baru, bantuan longsor dan beberapa korban lainya sejak 2006 lalu sampai sekarang.
“Jadi, semua kejadian baik yang ada sekarang maupun sebelumnya akan diberikan bantuan,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, tujuan memohon bantuan anggaran ke pemerintah pusat, sebab, dana yang disiapkan pemerintah daerah untuk korban bencana dan korban lainya dianggap tidak mampu menutupi semua, karena anggaran yang dialokasikan dalam APBD Bulukumba cukup terbatas.
Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Bulukumba Ahmad Sultan mengemukakan, usulan permintaan anggaran ke pemerintah pusat memang harus dilakukan daerah.
Alasanya, perbaikan jalan longsor maupun korban abrasi yang berada di pantai Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu, terkendala karena anggaran minim.
“Saya berharap usulan anggaran ini dikawal biar terealisasi tahun depan, meski tidak 100 persen. Sebab, bantuan bencana alam tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangunan jalan longsor dan korban lainya. Bantuan yang diharapkan dari pemerintah tidak cukup,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bulukumpa-Rilau Ale’ ini.
Kepala BPB Bulukumba Muhammad Nawaling mengatakan, bahwa usulan permohonan bantuan dana tersebut sementara dalam tahap perlengkapan berkas, sebelum dikirim ke pusat.
“Jumlah dana yang kita diusulkan berdasarkan kebutuhan daerah. Hanya, diterima secara keseluruhan atau berapa saja, itu tergantung pusat, ungkap Nawaling, kepada SINDO, Minggu 25 November 2012.
Nawaling menambahkan, pihaknya mengusulkan dana besar tersebut, karena jika berhasil terealisasi akan dibagi dalam beberapa poin bantuan, berupa korban bencana, pembangunan tanggul baru, bantuan longsor dan beberapa korban lainya sejak 2006 lalu sampai sekarang.
“Jadi, semua kejadian baik yang ada sekarang maupun sebelumnya akan diberikan bantuan,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, tujuan memohon bantuan anggaran ke pemerintah pusat, sebab, dana yang disiapkan pemerintah daerah untuk korban bencana dan korban lainya dianggap tidak mampu menutupi semua, karena anggaran yang dialokasikan dalam APBD Bulukumba cukup terbatas.
Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Bulukumba Ahmad Sultan mengemukakan, usulan permintaan anggaran ke pemerintah pusat memang harus dilakukan daerah.
Alasanya, perbaikan jalan longsor maupun korban abrasi yang berada di pantai Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu, terkendala karena anggaran minim.
“Saya berharap usulan anggaran ini dikawal biar terealisasi tahun depan, meski tidak 100 persen. Sebab, bantuan bencana alam tersebut sangat dibutuhkan untuk pembangunan jalan longsor dan korban lainya. Bantuan yang diharapkan dari pemerintah tidak cukup,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bulukumpa-Rilau Ale’ ini.
(ysw)