Kronologis terjungkalnya truk 9 tewas
Sabtu, 24 November 2012 - 16:59 WIB
Kronologis terjungkalnya truk 9 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Ini kronologis kecelakaan maut di Manufonu Naibenu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menyebabkan 9 tewas.
Sebelum menabrak pagar pembatas jembatan di Manufonu hingga terjungkal dan menewaskan 9 warga. Mobil truk bernomor polisi DH 2196 D ini dikemudikan oleh Klemens Kebo. Berangkat dari Wini dengan tujuan mengambil muatan batu di Desa Fatumtasa.
Usai memuat batu, truk naas itu kembali ke Wini. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Manamas, puluhan warga asal Wini yang baru saja selesai memugar kuburan keluarga mereka di Manamas, meminta tumpangan.
Permintaan mereka lalu dituruti sang sopir, lantaran sang sopir masih ada hubungan keluarga dengan puluhan warga.
"Sopir truk diduga mengendarai kendaraan itu dalam keadaan mabuk. Truknya terbalik dan terguling, membuat semua penumpang yang berada di atas truk terpental," kata Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha, di Kefamenanu, NTT, Sabtu (24/11/2012).
Dia menjelaskan, di tengah jalan sopir Klemens Kollo menghentikan truk karena hendak buang air kecil. Ketika kembali ke truk, sopir tembak atas nama Fredi Kollo sudah mengambil alih kemudi. Karena sungkan, sopir membiarkan truk dikemudikan sang sopir tembak.
Padahal sopir tembak itu dalam keadaan mabuk. Sampai di tikungan ujung jembatan Manufonu, laju truk tidak bisa dikendalikan. Truk pun terguling, akhirnya korban tewas tak terhindarkan. Kebanyakan korban tewas karena tertindih batu karang yang dimuat truk itu.
Sebelum menabrak pagar pembatas jembatan di Manufonu hingga terjungkal dan menewaskan 9 warga. Mobil truk bernomor polisi DH 2196 D ini dikemudikan oleh Klemens Kebo. Berangkat dari Wini dengan tujuan mengambil muatan batu di Desa Fatumtasa.
Usai memuat batu, truk naas itu kembali ke Wini. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Manamas, puluhan warga asal Wini yang baru saja selesai memugar kuburan keluarga mereka di Manamas, meminta tumpangan.
Permintaan mereka lalu dituruti sang sopir, lantaran sang sopir masih ada hubungan keluarga dengan puluhan warga.
"Sopir truk diduga mengendarai kendaraan itu dalam keadaan mabuk. Truknya terbalik dan terguling, membuat semua penumpang yang berada di atas truk terpental," kata Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha, di Kefamenanu, NTT, Sabtu (24/11/2012).
Dia menjelaskan, di tengah jalan sopir Klemens Kollo menghentikan truk karena hendak buang air kecil. Ketika kembali ke truk, sopir tembak atas nama Fredi Kollo sudah mengambil alih kemudi. Karena sungkan, sopir membiarkan truk dikemudikan sang sopir tembak.
Padahal sopir tembak itu dalam keadaan mabuk. Sampai di tikungan ujung jembatan Manufonu, laju truk tidak bisa dikendalikan. Truk pun terguling, akhirnya korban tewas tak terhindarkan. Kebanyakan korban tewas karena tertindih batu karang yang dimuat truk itu.
(maf)