Ketua HMI ditangkap, mahasiswa sambangi DPRD Polman
Jum'at, 23 November 2012 - 14:41 WIB
Ketua HMI ditangkap, mahasiswa sambangi DPRD Polman
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polman.
Aksi mahasiswa ini terkait tindakan anarkis oknum kepolisian terhadap salah satu Ketua Umum HMI yang diketahui bernama Noer Fajriensyah, saat menggelar aksi unjuk rasa terkait penyerangan Israel ke Palestina di Jakarta, Rabu, 21 November lalu.
Koordinator aksi, Muhammad Fadli, dalam orasinya meminta kepada DPRD Polman untuk bersama-sama mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Selain itu, massa juga meminta agar DPRD secara kelembagaan mengecam tindakan penyerangan yang dilakukan oleh Israel.
"Kita minta DPRD ikut bersama-sama dan secara kelembagaan mengecam tindakan kepolisian terhadap salah satu teman kami, sekaligus mengeluarkan surat rekomendasi sebagai bentuk kecaman terhadap Israel," ungkap Fadli menjelaskan kepada wartawan, Jumat (23/11/2012).
Salah satu massa aksi lainnya, Irham, menyampaikan tuntutan yang sama. Ia menegaskan agar aspirasi yang disampaikan tak hanya sebatas ditampung, tapi ada tindakan rill terhadap aspirasi.
Karena itu, dalam aksi tersebut massa HMI memberikan deadline kepada DPRD selama satu pekan agar surat rekomendasi secara kelembagaan sudah ada. "Termasuk soal kasus yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap teman kami saat menggelar aksi beberapa hari lalu,"tandas Irham.
Wakil Ketua DPRD, Jamal Jasin Badu, yang menerima para demonstran mengaku akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Akan tetapi, ia meminta kesabaran mahasiswa untuk menunggu hingga satu minggu surat rekomendasi yang ditandatangai pimpinan DPRD keluar.
"Kita akan bicarakan dulu dalam rapat sebagai salah satu prosedur dalam pengambilan keputusan di DPRD," jelas Jamal.
Terkait tuntutan mahasiswa, salah satu anggota DPRD yang juga ikut menerima para pengunjuk rasa, Amiruddin, mengaku mendukung terhadap apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.
"Saya mendukung dan DPRD secara kelembagaan juga sangat prihatin terhadap aksi Israel ke Palestina. Soal adanya pemukulan oleh oknum polisi terhadap anggota HMI, hal itu harus diusut," jelas Amiruddin.
Pantauan di lapangan, aksi tersebut awalnya hanya dilakukan di depan Kantor DPRD. Para demonstran ngotot masuk dalam kantor untuk duduk bersama menyampaikan aspirasi. Bahkan mereka mengancam akan menerobos jika dihalang-halangi untuk masuk.
Namun, ketegangan sempat muncul setelah para demonstran yang terus berorasi diluar gedung rakyat itu hanya melihat dua orang anggota DPRD. Massa yang bersikuikuh ingin masuk ke dalam ruang paripurna akhirnya lolos menduduki ruang paripurna.
Aksi mahasiswa ini terkait tindakan anarkis oknum kepolisian terhadap salah satu Ketua Umum HMI yang diketahui bernama Noer Fajriensyah, saat menggelar aksi unjuk rasa terkait penyerangan Israel ke Palestina di Jakarta, Rabu, 21 November lalu.
Koordinator aksi, Muhammad Fadli, dalam orasinya meminta kepada DPRD Polman untuk bersama-sama mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Selain itu, massa juga meminta agar DPRD secara kelembagaan mengecam tindakan penyerangan yang dilakukan oleh Israel.
"Kita minta DPRD ikut bersama-sama dan secara kelembagaan mengecam tindakan kepolisian terhadap salah satu teman kami, sekaligus mengeluarkan surat rekomendasi sebagai bentuk kecaman terhadap Israel," ungkap Fadli menjelaskan kepada wartawan, Jumat (23/11/2012).
Salah satu massa aksi lainnya, Irham, menyampaikan tuntutan yang sama. Ia menegaskan agar aspirasi yang disampaikan tak hanya sebatas ditampung, tapi ada tindakan rill terhadap aspirasi.
Karena itu, dalam aksi tersebut massa HMI memberikan deadline kepada DPRD selama satu pekan agar surat rekomendasi secara kelembagaan sudah ada. "Termasuk soal kasus yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap teman kami saat menggelar aksi beberapa hari lalu,"tandas Irham.
Wakil Ketua DPRD, Jamal Jasin Badu, yang menerima para demonstran mengaku akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Akan tetapi, ia meminta kesabaran mahasiswa untuk menunggu hingga satu minggu surat rekomendasi yang ditandatangai pimpinan DPRD keluar.
"Kita akan bicarakan dulu dalam rapat sebagai salah satu prosedur dalam pengambilan keputusan di DPRD," jelas Jamal.
Terkait tuntutan mahasiswa, salah satu anggota DPRD yang juga ikut menerima para pengunjuk rasa, Amiruddin, mengaku mendukung terhadap apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.
"Saya mendukung dan DPRD secara kelembagaan juga sangat prihatin terhadap aksi Israel ke Palestina. Soal adanya pemukulan oleh oknum polisi terhadap anggota HMI, hal itu harus diusut," jelas Amiruddin.
Pantauan di lapangan, aksi tersebut awalnya hanya dilakukan di depan Kantor DPRD. Para demonstran ngotot masuk dalam kantor untuk duduk bersama menyampaikan aspirasi. Bahkan mereka mengancam akan menerobos jika dihalang-halangi untuk masuk.
Namun, ketegangan sempat muncul setelah para demonstran yang terus berorasi diluar gedung rakyat itu hanya melihat dua orang anggota DPRD. Massa yang bersikuikuh ingin masuk ke dalam ruang paripurna akhirnya lolos menduduki ruang paripurna.
(azh)