Aher minta bupati normalisasi Kali Baru
Jum'at, 23 November 2012 - 09:53 WIB
Aher minta bupati normalisasi Kali Baru
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Bupati Bogor Rachmat Yasin segera melakukan normalisasi aliran Kali Baru yang menjadi penyebab longsornya rel Kereta Rel Listrik (KRL) di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
"Kita sudah lihat, memang kali baru itu telah terjadi pendangkalan sehingga air meluap dan merembes ke bawah tanah rel kereta, sehingga terjadilah longsor. Saya minta Pemkab Bogor segera lakukan normalisasi kali baru," katanya di lokasi longsor kampung Babakan Sirna, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia juga meminta Pemkab Bogor untuk melakukan program mitigasi bencana sebaik-baiknya.
"Karena dilokasi rel longsor ini, ada 17 rumah yang tertimbun. Kita juga sudah memberikan bantuan logistik dan tenda darurat untuk para pengungsi," katanya.
Pihaknya tidak bisa menampik kalau keberadaan rel kereta lebih dulu ketimbang pemukiman penduduk.
"Untuk itu kita akan memetakan lokasi rawan longsor yang kemudian akan merelokasinya," katanya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau agar warga sekitar tidak sembarangan membangun, khususnya didaerah-daerah yang datarannya memiliki kemiringan curam.
"Jangan membangun dibawah lembah yang membahayakan, maka dari itu Pemprov dan Pemkab Bogor harus serius menangani permasalahan ini," katanya.
"Kita sudah lihat, memang kali baru itu telah terjadi pendangkalan sehingga air meluap dan merembes ke bawah tanah rel kereta, sehingga terjadilah longsor. Saya minta Pemkab Bogor segera lakukan normalisasi kali baru," katanya di lokasi longsor kampung Babakan Sirna, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia juga meminta Pemkab Bogor untuk melakukan program mitigasi bencana sebaik-baiknya.
"Karena dilokasi rel longsor ini, ada 17 rumah yang tertimbun. Kita juga sudah memberikan bantuan logistik dan tenda darurat untuk para pengungsi," katanya.
Pihaknya tidak bisa menampik kalau keberadaan rel kereta lebih dulu ketimbang pemukiman penduduk.
"Untuk itu kita akan memetakan lokasi rawan longsor yang kemudian akan merelokasinya," katanya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau agar warga sekitar tidak sembarangan membangun, khususnya didaerah-daerah yang datarannya memiliki kemiringan curam.
"Jangan membangun dibawah lembah yang membahayakan, maka dari itu Pemprov dan Pemkab Bogor harus serius menangani permasalahan ini," katanya.
(ysw)