1 keluarga coba bunuh diri karena miskin
Jum'at, 23 November 2012 - 03:05 WIB
1 keluarga coba bunuh diri karena miskin
A
A
A
Sindonews.com - Kehidupan Soid (71), warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), begitu miris. Kakek renta dan tidak mampu ini, masih harus mengurus anak dan istrinya yang lumpuh.
Soid dan keluarga tinggal di rumah berukuran 100 meter persegi. Rumah Soid, tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel, dan bekas kantor Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.
Saat wartawan bertandang kerumahnya, di Gang Saidin, RT 02/03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, istrinya Kinah (70), dan anaknya Namin (45) terlihat sangat memprihatinkan. Mereka terbaring lemah di atas kasur lapuk, dan bau pesing yang menyengat.
Dengan upahnya sebagai pekerja lepas di lingkungan Dinas Kebersihan Kota Tangsel, Soid tak mampu membeli obat bagi Kinah dan Namin. Apalagi menyewa pembantu, Soid tak mampu. Penghasilannya sebulan hanya Rp750 ribu.
Dengan perih, Soid membersihkan kotoran istri dan anaknya. Dia mengatakan, anaknya lumpuh dan terbaring di atas kasur yang di tempatinya sekarang, sejak delapan tahun yang lalu, karena mengalami kecelakaan kerja.
Soid menceritakan, anaknya bekerja sebagai buruh kasar di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, dia sempat menikah. Namun setelah mengalami kecelakaan kerja, dan lumpuh, mereka bercerai. Sang istri yang tak mampu menahan derita, dan merawat Namin memilih bercerai dengannya.
Pernah suatu ketika, Soid merasa sangat putus asa dan hendak bunuh diri. Dia mengajak, istri dan anaknya meminum racun serangga bersama-sama.
“Saya pernah mau bunuh diri. Tetapi untungnya saya sadar. Saya tetap harus bertahan, saya tetap ingin bersama anak dan istri saya,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/11/2012).
Para tetangga Soid mengaku, sudah lama mengetahui penyakit yang dialami keluarga Soid. Namun mereka mengaku, tidak bisa berbuat banyak dengan membantu semampunya.
"Mereka sekeluarga kini lumpuh, tidak ada yang bisa bekerja lagi, kasihan. Kami di sini tak bisa membantu banyak untuk menyembuhkan penyakit mereka,” terang Tarni, tetangga Soid.
Saat ini, Soid membutuhkan uluran tangan para dermawan, untuk merawat istri dan anaknya yang lumpuh. Inilah kado ulang tahun Pemerintahh Kota Tangsel ke-4 yang jatuh pada Sabtu 24 Nopember 2012.
Soid dan keluarga tinggal di rumah berukuran 100 meter persegi. Rumah Soid, tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel, dan bekas kantor Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.
Saat wartawan bertandang kerumahnya, di Gang Saidin, RT 02/03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, istrinya Kinah (70), dan anaknya Namin (45) terlihat sangat memprihatinkan. Mereka terbaring lemah di atas kasur lapuk, dan bau pesing yang menyengat.
Dengan upahnya sebagai pekerja lepas di lingkungan Dinas Kebersihan Kota Tangsel, Soid tak mampu membeli obat bagi Kinah dan Namin. Apalagi menyewa pembantu, Soid tak mampu. Penghasilannya sebulan hanya Rp750 ribu.
Dengan perih, Soid membersihkan kotoran istri dan anaknya. Dia mengatakan, anaknya lumpuh dan terbaring di atas kasur yang di tempatinya sekarang, sejak delapan tahun yang lalu, karena mengalami kecelakaan kerja.
Soid menceritakan, anaknya bekerja sebagai buruh kasar di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, dia sempat menikah. Namun setelah mengalami kecelakaan kerja, dan lumpuh, mereka bercerai. Sang istri yang tak mampu menahan derita, dan merawat Namin memilih bercerai dengannya.
Pernah suatu ketika, Soid merasa sangat putus asa dan hendak bunuh diri. Dia mengajak, istri dan anaknya meminum racun serangga bersama-sama.
“Saya pernah mau bunuh diri. Tetapi untungnya saya sadar. Saya tetap harus bertahan, saya tetap ingin bersama anak dan istri saya,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/11/2012).
Para tetangga Soid mengaku, sudah lama mengetahui penyakit yang dialami keluarga Soid. Namun mereka mengaku, tidak bisa berbuat banyak dengan membantu semampunya.
"Mereka sekeluarga kini lumpuh, tidak ada yang bisa bekerja lagi, kasihan. Kami di sini tak bisa membantu banyak untuk menyembuhkan penyakit mereka,” terang Tarni, tetangga Soid.
Saat ini, Soid membutuhkan uluran tangan para dermawan, untuk merawat istri dan anaknya yang lumpuh. Inilah kado ulang tahun Pemerintahh Kota Tangsel ke-4 yang jatuh pada Sabtu 24 Nopember 2012.
(san)