Tiga kecamatan di Bandung rawan banjir
Kamis, 22 November 2012 - 14:10 WIB
Tiga kecamatan di Bandung rawan banjir
A
A
A
Sindonews.com - Pada musim penghujan tahun ini, tiga kecamatan di Kota Bandung, disinyalir menjadi lokasi rawan banjir dan longsor. Tiga kecamatan ini Mandalajati, Arcamanik, Astana Anyar
Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung Dedi Supandi mengatakan tiga wilayah itu rawan bencana banjir dan longsor. Perkiraan tersebut melihat kejadian yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau menurut pengalaman sebelumnya, tiga kecamatan ini yakni Mandalajati, Arcamanik, Astana Anyar memang paling rawan. Ke depannya harus diantisipasi hujan yang menyebabkan banjir atau longsor, dan kabel arus pendek yang sebabkan kebakaran," ungkap Dedi di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dewi Sartika, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, data itu hanya berdasar pengalaman, sementara belum ada laporan, karena semua camat masih dievaluasi. Pada Selasa 21 November lalu, pihaknya mengaku telah merapatkan antisipasi banjir di musim hujan. Tidak luput dari perhatian para camat, yakni banjir 'cileuncang' yang jadi langganan Kota Bandung.
"Program penanganan banjir cileuncang, di antaranya operasi bersih, pengerukan, pengangkutan sampah, sedimentasi masih biasa," ujar dia.
Sementara, program terbaru yang disosialisasikan salah satunya menanam pohon di kecamatan.
"Kami mendapat drop pohon, setiap camat perlu mengajukan kebutuhannya masing-masing," ucapnya.
Meskipun hanya tiga kecamatan yang dinilai rawan, dia mengaku pihaknya siaga begitu musim penghujan tiba.
"Bukan siaga lagi, ketika hujan langsung fokus ke wilayah setempat terutama titik-titik bencana," tuturnya.
Berdasarkan evaluasi, rata-rata penyebab banjir di tiap kecamatan ada empat poin. Pertama, bangunan yang berdiri di atas drainase, penyempitan sungai, sedimentasi endapan di sungai, dan penyumbatan sampah.
Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung Dedi Supandi mengatakan tiga wilayah itu rawan bencana banjir dan longsor. Perkiraan tersebut melihat kejadian yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau menurut pengalaman sebelumnya, tiga kecamatan ini yakni Mandalajati, Arcamanik, Astana Anyar memang paling rawan. Ke depannya harus diantisipasi hujan yang menyebabkan banjir atau longsor, dan kabel arus pendek yang sebabkan kebakaran," ungkap Dedi di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dewi Sartika, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, data itu hanya berdasar pengalaman, sementara belum ada laporan, karena semua camat masih dievaluasi. Pada Selasa 21 November lalu, pihaknya mengaku telah merapatkan antisipasi banjir di musim hujan. Tidak luput dari perhatian para camat, yakni banjir 'cileuncang' yang jadi langganan Kota Bandung.
"Program penanganan banjir cileuncang, di antaranya operasi bersih, pengerukan, pengangkutan sampah, sedimentasi masih biasa," ujar dia.
Sementara, program terbaru yang disosialisasikan salah satunya menanam pohon di kecamatan.
"Kami mendapat drop pohon, setiap camat perlu mengajukan kebutuhannya masing-masing," ucapnya.
Meskipun hanya tiga kecamatan yang dinilai rawan, dia mengaku pihaknya siaga begitu musim penghujan tiba.
"Bukan siaga lagi, ketika hujan langsung fokus ke wilayah setempat terutama titik-titik bencana," tuturnya.
Berdasarkan evaluasi, rata-rata penyebab banjir di tiap kecamatan ada empat poin. Pertama, bangunan yang berdiri di atas drainase, penyempitan sungai, sedimentasi endapan di sungai, dan penyumbatan sampah.
(azh)