Ahok jawab kritik Sutiyoso
Kamis, 22 November 2012 - 13:51 WIB
Ahok jawab kritik Sutiyoso
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi kritikan yang muncul terkait gaya kepemimpinannya yang terkesan keras di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Ahok, adanya penilaian sikapnya yang keras lantaran banyak yang belum mengenal siapa dirinya.
Namun begitu Ahok membantah apa yang dilakukan olehnya terkait posisinya sekarang sebagai orang nomor dua di Ibu Kota Jakarta.
"Yang jelas saya tidak pernah berubah dan tidak ada yang berubah. Teman-teman saya melihat juga tidak ada berubah," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/11/12).
Dijelaskan pria yang berasal dari Bangka Belitung ini, sejak dirinya menjadi pejabat di berbagai instansi pemerintahan, tidak ada yang berubah darinya. Sikapnya selama ini memang apa adanya.
"Saya sudah empat kali menjadi pejabat lho. Jadi pejabat berhenti, jadi pejabat berhenti, dan memang saya seperti ini," paparnya.
Selain itu dirinya menganggap apa yang dilakukannya masih dalam batas kewajaran dan tidak bermaksud menyakiti perasaan orang lain. "Selama ini saya lihat PNS baik-baik saja tuh," ucapnya.
Beberapa hari lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengkritik gaya Ahok yang mempermalukan anak buah di muka publik. Menurut Sutiyoso, sebaiknya Ahok merangkul para kepala dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, bukan justru memarah-marahi para PNS.
"Mereka harus dirangkul dengan baik. Ada prinsip-prinsip jangan mempermalukan mereka di depan publik," ucap Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini kepada wartawan usai menghadiri milad Muhammadiyah di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 November 2012.
Sutiyoso mengibaratkan, memimpin pemerintahan sama seperti memimpin di dunia militer. Dia menyebut dalam pemerintahan kepala dinas sebagai garda terdepannya.
Meski begitu, Sutiyoso tetap memuji transparansi yang dilakukan Ahok dalam pemerintahan DKI Jakarta sejauh ini.
Menurut Ahok, adanya penilaian sikapnya yang keras lantaran banyak yang belum mengenal siapa dirinya.
Namun begitu Ahok membantah apa yang dilakukan olehnya terkait posisinya sekarang sebagai orang nomor dua di Ibu Kota Jakarta.
"Yang jelas saya tidak pernah berubah dan tidak ada yang berubah. Teman-teman saya melihat juga tidak ada berubah," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/11/12).
Dijelaskan pria yang berasal dari Bangka Belitung ini, sejak dirinya menjadi pejabat di berbagai instansi pemerintahan, tidak ada yang berubah darinya. Sikapnya selama ini memang apa adanya.
"Saya sudah empat kali menjadi pejabat lho. Jadi pejabat berhenti, jadi pejabat berhenti, dan memang saya seperti ini," paparnya.
Selain itu dirinya menganggap apa yang dilakukannya masih dalam batas kewajaran dan tidak bermaksud menyakiti perasaan orang lain. "Selama ini saya lihat PNS baik-baik saja tuh," ucapnya.
Beberapa hari lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengkritik gaya Ahok yang mempermalukan anak buah di muka publik. Menurut Sutiyoso, sebaiknya Ahok merangkul para kepala dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, bukan justru memarah-marahi para PNS.
"Mereka harus dirangkul dengan baik. Ada prinsip-prinsip jangan mempermalukan mereka di depan publik," ucap Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini kepada wartawan usai menghadiri milad Muhammadiyah di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 November 2012.
Sutiyoso mengibaratkan, memimpin pemerintahan sama seperti memimpin di dunia militer. Dia menyebut dalam pemerintahan kepala dinas sebagai garda terdepannya.
Meski begitu, Sutiyoso tetap memuji transparansi yang dilakukan Ahok dalam pemerintahan DKI Jakarta sejauh ini.
(hyk)