Jalur KRL Bogor-Bojonggede lumpuh dua pekan
Kamis, 22 November 2012 - 13:40 WIB
Jalur KRL Bogor-Bojonggede lumpuh dua pekan
A
A
A
Sindonews.com - Perbaikan jalur rel KRL Bogor-Bojonggegde yang terkena longsor di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Bogor, diprediksi akan memakan waktu dua pekan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menegaskan, selama dua pekan operasional KRL dari Bogor-Bojonggede atau sebaliknya tidak akan beroperasi.
"Soalnya kita memerlukan waktu untuk pengkajian terhadap kontur tanah dan cuaca saat ini. Itupun nantinya hanya satu spur (jalur I) saja yang aktif," ujar Ignasius Jonan kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut ia menuturkan, selama dua pekan itu pun masih perkiraan, yang jelas PT KAI selama perbaikan ini hanya melayani penumpang Bojonggede-Jakarta saja.
Selama perbaikan ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan beberapa kontraktor pembangunan.
"Berdasarkan hasil kajian sementara untuk menormalkan jalur yang longsor membutuhkan 35 ribu meter kubik tanah," katanya.
Ia menyatakan akibat longsornya jalur II (Jakarta-Bogor), ada sembilan rangkaian KRL yang tertahan di Stasiun Bogor.
"Bahkan sebanyak 32 jadwal perjalanan KRL dengan jumlah penumpang sekitar 30 ribu orang tidak terangkut," jelasnya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menegaskan, selama dua pekan operasional KRL dari Bogor-Bojonggede atau sebaliknya tidak akan beroperasi.
"Soalnya kita memerlukan waktu untuk pengkajian terhadap kontur tanah dan cuaca saat ini. Itupun nantinya hanya satu spur (jalur I) saja yang aktif," ujar Ignasius Jonan kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut ia menuturkan, selama dua pekan itu pun masih perkiraan, yang jelas PT KAI selama perbaikan ini hanya melayani penumpang Bojonggede-Jakarta saja.
Selama perbaikan ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan beberapa kontraktor pembangunan.
"Berdasarkan hasil kajian sementara untuk menormalkan jalur yang longsor membutuhkan 35 ribu meter kubik tanah," katanya.
Ia menyatakan akibat longsornya jalur II (Jakarta-Bogor), ada sembilan rangkaian KRL yang tertahan di Stasiun Bogor.
"Bahkan sebanyak 32 jadwal perjalanan KRL dengan jumlah penumpang sekitar 30 ribu orang tidak terangkut," jelasnya.
(ysw)