Trotoar di Kulonprogo diganti andesit
Kamis, 22 November 2012 - 12:35 WIB
Trotoar di Kulonprogo diganti andesit
A
A
A
Sindonews.com - Pemkab Kulonprogo memulai program andesitisasi untuk trotoar jalan. Program ini dimulai dengan mengganti keramik trotoar di sekitar alun-alun Wates dengan batuan andesit.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, program ini merupakan realisasi dari semangat 'Bela dan Beli Kulonprogo'. Sehingga, batuan andesit yang digunakan harus berasal dari Kulonprogo sendiri.
"Ini baru sebagian kecil saja dari trotoar yang ada di Kulonprogo. Kita sengaja ganti keramik dengan batuan andesil yang dihasilkan dari Kulonprogo. Semangatnya tetap bela Dan beli Kulonprogo," kata Hasto, di kantor Bupati Kulonprogo, Kamis (22/11/2012).
Untuk memastikan batuan andesit benar-benar dari Kulonprogo, kata Hasto, dinas terkait seperti Disperindag ESDM dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pemantauan secara rutin. Dinas itu juga memberi bantuan peralatan untuk mempermudah pengerjaan.
"Dipantau terus, kalau ketahuan andesitnya bukan dari Kulonprogo akan kita blacklist kontraktornya. Pokoknya harus dari Kulonprogo demi penghematan dan pemanfaatan potensi daerah," tegasnya.
Dia menambahkan, program ini akan terus dilanjutkan. Bahkan tahun depan program akan digalakkan lebih massif.
"Tahun depan kita perbanyak lagi lokasi yang akan menggunakan batu andesit," tambahnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, program ini merupakan realisasi dari semangat 'Bela dan Beli Kulonprogo'. Sehingga, batuan andesit yang digunakan harus berasal dari Kulonprogo sendiri.
"Ini baru sebagian kecil saja dari trotoar yang ada di Kulonprogo. Kita sengaja ganti keramik dengan batuan andesil yang dihasilkan dari Kulonprogo. Semangatnya tetap bela Dan beli Kulonprogo," kata Hasto, di kantor Bupati Kulonprogo, Kamis (22/11/2012).
Untuk memastikan batuan andesit benar-benar dari Kulonprogo, kata Hasto, dinas terkait seperti Disperindag ESDM dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pemantauan secara rutin. Dinas itu juga memberi bantuan peralatan untuk mempermudah pengerjaan.
"Dipantau terus, kalau ketahuan andesitnya bukan dari Kulonprogo akan kita blacklist kontraktornya. Pokoknya harus dari Kulonprogo demi penghematan dan pemanfaatan potensi daerah," tegasnya.
Dia menambahkan, program ini akan terus dilanjutkan. Bahkan tahun depan program akan digalakkan lebih massif.
"Tahun depan kita perbanyak lagi lokasi yang akan menggunakan batu andesit," tambahnya.
(ysw)