Evakuasi rel longsor, PT KAI terkendala medan
Kamis, 22 November 2012 - 11:34 WIB
Evakuasi rel longsor, PT KAI terkendala medan
A
A
A
Sindonews.com - Proses evakuasi longsornya rel Kereta Rel Listrik (KRL) jalur II (Jakarta-Bogor) di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor terkendala oleh medan dan material untuk memadatkan tanah.
Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono mengatakan, pihaknya kesulitan karena medan yang harus dilallui cukup berat.
"Untuk membawa dua alat berat saja perlu beberapa jam, karena harus melewati jalan Bojonggede yang sempit dan macet," katanya yang ditemui di lokasi longsor, Kamis (22/11/2012).
Ia memprediksi, untuk perbaikan rel yang longsor akan memakan waktu lama. Karena dibutuhkan material ribuan kubik untuk memadatkan tanah yang masih labil.
Lebih lanjut ia menuturkan kejadian longsor yang membuat amblas rel sepanjang 100 meter ini diluar prediksi.
"Sebab selama perawatan kita tidak melihat bakal adanya luapan air kali baru yang menggerus tanah dibawah bantalan rel," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian yang diderita PT KAI akibat ambrolnya.
"Kita belum menghitung infrastruktur rel dan tiang listrik yang rusak. Yang jelas sekitar 30 ribu calon penumpang asal Bogor tidak terangkut," jelasnya.
Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono mengatakan, pihaknya kesulitan karena medan yang harus dilallui cukup berat.
"Untuk membawa dua alat berat saja perlu beberapa jam, karena harus melewati jalan Bojonggede yang sempit dan macet," katanya yang ditemui di lokasi longsor, Kamis (22/11/2012).
Ia memprediksi, untuk perbaikan rel yang longsor akan memakan waktu lama. Karena dibutuhkan material ribuan kubik untuk memadatkan tanah yang masih labil.
Lebih lanjut ia menuturkan kejadian longsor yang membuat amblas rel sepanjang 100 meter ini diluar prediksi.
"Sebab selama perawatan kita tidak melihat bakal adanya luapan air kali baru yang menggerus tanah dibawah bantalan rel," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya belum bisa menghitung berapa jumlah kerugian yang diderita PT KAI akibat ambrolnya.
"Kita belum menghitung infrastruktur rel dan tiang listrik yang rusak. Yang jelas sekitar 30 ribu calon penumpang asal Bogor tidak terangkut," jelasnya.
(ysw)