Rel longsor, jalur Bogor-Bojonggede macet parah
Kamis, 22 November 2012 - 10:09 WIB
Rel longsor, jalur Bogor-Bojonggede macet parah
A
A
A
Sindonews.com - Longsornya rel KRL jalur 2 Bogor-Jakarta di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor juga berimbas pada arus lalu lintas di jalur Bogor-Bojonggede.
Pasalnya, sejak pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas dari arah Bogor menuju Cilebut maupun Bojonggede dipadati ribuan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Kepadatan disebabkan, limpahan calon penumpang dari Stasiun Bogor yang sejak kemarin sore tidak beroperasi. Sehingga sebagian besar para penumpang memilih naik angkutan umum maupun roda dua ke Stasiun Bojonggede.
"Wah kalau seperti ini serba salah, tahu begitu saya naik bus saja di terminal Baranangsiang. Saya pikir lewat jalan Bogor-Bojonggede enggak bakal macet," ujar Usman (29) karyawan swasta yang setiap harinya menggunakan kereta untuk berangkat kerja ke Jakarta.
Berdasarkan pantauan, kemacetan juga disebabkan, selain karena sempitnya badan jalan, didatangkannya alat berat untuk mengeruk tanah yang menimbun belasan rumah.
"Parah banget, ternyata didepan ada bekho (alat berat) jadi seluruh badan tertutup," pungkasnya.
Pasalnya, sejak pukul 06.00 WIB, arus lalu lintas dari arah Bogor menuju Cilebut maupun Bojonggede dipadati ribuan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Kepadatan disebabkan, limpahan calon penumpang dari Stasiun Bogor yang sejak kemarin sore tidak beroperasi. Sehingga sebagian besar para penumpang memilih naik angkutan umum maupun roda dua ke Stasiun Bojonggede.
"Wah kalau seperti ini serba salah, tahu begitu saya naik bus saja di terminal Baranangsiang. Saya pikir lewat jalan Bogor-Bojonggede enggak bakal macet," ujar Usman (29) karyawan swasta yang setiap harinya menggunakan kereta untuk berangkat kerja ke Jakarta.
Berdasarkan pantauan, kemacetan juga disebabkan, selain karena sempitnya badan jalan, didatangkannya alat berat untuk mengeruk tanah yang menimbun belasan rumah.
"Parah banget, ternyata didepan ada bekho (alat berat) jadi seluruh badan tertutup," pungkasnya.
(ysw)