Kereta hanya sampai Bojong Gede
Rabu, 21 November 2012 - 21:47 WIB
Kereta hanya sampai Bojong Gede
A
A
A
Sindonews.com -Kepala Stasiun Depok Dwi Purwanto mengatakan, kondisi di Stasiun Depok tidak mengalami perubahan signifikan. Kabar yang beredar, kereta hanya sampai Stasiun Depok saja. Namun hal itu dibantah oleh Dwi.
"Bisa sampai Bojong Gede. Saat ini rangkaian hanya sampai sana saja," kata Dwi, kepada wartawan, de Stasiun Depok, Rabu (21/11/2012).
Sebagaimana diketahui, di KM 45.500 terjadi longsor. Lokasi berada di antara Bojong Gede dan Cilebut. mengakibatkan rangkaian tidak dapat melintas sehingga hanya sampai Stasiun Bojong Gede saja.
"Memang terjadi gangguan perjalanan. Kereta berhenti lebih lama. Sekitar lima menit baru berangkat," ujarnya.
Kendati demikian, tidak ada lonjakan penumpang yang turun di Stasiun Depok. "Tetap normal sekitar 13.000 orang yang murni penumpang turun di Stasiun Depok," ucapnya.
Penumpang yang menuju Bogor, bisa menempuh perjalanan dengan angkutan umum dari Stasiun Bojong Gede. "Kalau untuk ke Bogor dari sini (Depok) kan tidak ada. Kalau dari Bojong Gede memang ada. Kami juga tidak menyediakan angkutan. Karena kondisi di sini normal saja," ceritanya.
Sebagaimana diketahui, gangguan kereta terjadi sejak Senin 19 November 2012 lalu akibat gangguan sinyal. Kondisi itu belum normal hingga Selasa 20 November 2012 siang Kemarin, terdapat sejumlah rangkaian tertahan di lintasan.
Misalnya di Stasiun Universitas Pancasila (UP) dan dibawah fly over Universitas Indonesia (UI). Belum juga terselesaikan, masalah kereta terjadi lagi akibat adanya longsor. Kondisi tersebut kerap terjadi saat musim hujan.
"Biasa kalau hujan emang suka banyak gangguan. Mulai dari gangguan sinyal sampai pohon tumbang," kata Rilla Dona, penumpang di Stasiun Bojong Gede.
Diakui dia, bencana seperti longsor memang tak dapat dihindari. Namun, dia tetap meminta PT KCJ meningkatkan pelayanan. "Saya memaklumi kalau kondisinya hujan. Tapi kalau nggak hujan juga sering ngaco," tutupnya.
"Bisa sampai Bojong Gede. Saat ini rangkaian hanya sampai sana saja," kata Dwi, kepada wartawan, de Stasiun Depok, Rabu (21/11/2012).
Sebagaimana diketahui, di KM 45.500 terjadi longsor. Lokasi berada di antara Bojong Gede dan Cilebut. mengakibatkan rangkaian tidak dapat melintas sehingga hanya sampai Stasiun Bojong Gede saja.
"Memang terjadi gangguan perjalanan. Kereta berhenti lebih lama. Sekitar lima menit baru berangkat," ujarnya.
Kendati demikian, tidak ada lonjakan penumpang yang turun di Stasiun Depok. "Tetap normal sekitar 13.000 orang yang murni penumpang turun di Stasiun Depok," ucapnya.
Penumpang yang menuju Bogor, bisa menempuh perjalanan dengan angkutan umum dari Stasiun Bojong Gede. "Kalau untuk ke Bogor dari sini (Depok) kan tidak ada. Kalau dari Bojong Gede memang ada. Kami juga tidak menyediakan angkutan. Karena kondisi di sini normal saja," ceritanya.
Sebagaimana diketahui, gangguan kereta terjadi sejak Senin 19 November 2012 lalu akibat gangguan sinyal. Kondisi itu belum normal hingga Selasa 20 November 2012 siang Kemarin, terdapat sejumlah rangkaian tertahan di lintasan.
Misalnya di Stasiun Universitas Pancasila (UP) dan dibawah fly over Universitas Indonesia (UI). Belum juga terselesaikan, masalah kereta terjadi lagi akibat adanya longsor. Kondisi tersebut kerap terjadi saat musim hujan.
"Biasa kalau hujan emang suka banyak gangguan. Mulai dari gangguan sinyal sampai pohon tumbang," kata Rilla Dona, penumpang di Stasiun Bojong Gede.
Diakui dia, bencana seperti longsor memang tak dapat dihindari. Namun, dia tetap meminta PT KCJ meningkatkan pelayanan. "Saya memaklumi kalau kondisinya hujan. Tapi kalau nggak hujan juga sering ngaco," tutupnya.
(mhd)