Survei: AMK calon terunggul di Kota Tangerang
Rabu, 21 November 2012 - 18:04 WIB
Survei: AMK calon terunggul di Kota Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Ahmad Marju Kodri (AMK) yang dikenal sebagai Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang mendapat popularitas dan elektabilitas paling tinggi dalam survei calon Wali Kota Tangerang periode 2013-2018 yang dilakukan oleh Bee-Plus.
Lembaga yang biasa melakukan kajian pendidikan itu mengaku, siap bertanggung jawab atas hasil surveinya yang telah dilakukan selama September-Oktober 2012.
Direktur Eksekutif Bee–Plus Jahrudin Arsyad mengatakan, survei yang dilakukan pihaknya menjelang Pilkada Kota Tangerang itu dilakukan dengan menyebar surveyor sebanyak 50 orang dengan jumlah yang diwawancarai 1.000 orang warga Kota Tangerang yang tersebar di 13 Kecamatan. Adapun asumsi pemilih Pilkada Kota Tangerang 2,230,000.
"Adapun elektabilitasnya AMK 26,16 persen, ARW (24,55 persen), HMZ 20,38 persen, Abdul Syukur 17,57 persen," terangnya saat menggelar jumpa pers di Restoran Pondok Selera 1, Kota Tangerang, Rabu (21/11/2012).
Menurutnya, AMK lebih dulu melakukan sosialisasi dengan baliho dan dianggap berhasil mengelola PDAM menjadi besar. Dia juga dianggap pejabat bersih dengan prestasi Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sedangkan ARW dianggap besar dipengaruhi oleh jabatan beliau saat ini sebagai Wakil Wali Kota Tangerang, selain itu aktif dan enerjik dalam kegiatan Pemda. Keberadaan orangtua Arief juga selaku CEO RS Sari Asih Grup memberi andil terhadap mantan Direktur RS Sari Asih tersebut.
"Meski tidak memasang baliho yang menyatakan akan maju sebagai Wali Kota, munculnya banyak baliho dengan gambar beliau di segala penjuru dengan pakaian dinas berpengaruh pada popluaritasnya, salah satunya cara efektif seperti yang terjadi belakangan ini di Festifal Al-Azhom yang jelas sekali," katanya.
Sedangkan HMZ, faktor elektabilitas naik lantaran jabatannya saat ini sebagai Sekda Kota Tangerang. Secara background pendidikan HMZ juga dianggap satu-satunya kandidat calon Wali Kota Tangerang yang bergelar Doktor.
"HMZ dikenal dengan kalangan akademisi, media dan tokoh ulama di Kota Tangerang sehingga sebagai tokoh intelektual pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan berpengaruh pada kedekatan dengan para guru dan organisasi guru," terangnya.
Sedangkan Abdul Syukur, peran penting meningkatnya elektabilitas karena merupakan adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Sebagian menganggap Abdul Syukur merupakan penerus trah Wahidin Halim, karena memiliki kemampuan leadership yang hampir sama.
"Selaku ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, dia juga memiliki dampak terhadap para kader partai Golkar,” terangnya.
Meski begitu, dirinya mengatakan, survei dapat berubah dalam hitungan hari. “Jadi ini bisa berubah,” terangnya.
Lembaga yang biasa melakukan kajian pendidikan itu mengaku, siap bertanggung jawab atas hasil surveinya yang telah dilakukan selama September-Oktober 2012.
Direktur Eksekutif Bee–Plus Jahrudin Arsyad mengatakan, survei yang dilakukan pihaknya menjelang Pilkada Kota Tangerang itu dilakukan dengan menyebar surveyor sebanyak 50 orang dengan jumlah yang diwawancarai 1.000 orang warga Kota Tangerang yang tersebar di 13 Kecamatan. Adapun asumsi pemilih Pilkada Kota Tangerang 2,230,000.
"Adapun elektabilitasnya AMK 26,16 persen, ARW (24,55 persen), HMZ 20,38 persen, Abdul Syukur 17,57 persen," terangnya saat menggelar jumpa pers di Restoran Pondok Selera 1, Kota Tangerang, Rabu (21/11/2012).
Menurutnya, AMK lebih dulu melakukan sosialisasi dengan baliho dan dianggap berhasil mengelola PDAM menjadi besar. Dia juga dianggap pejabat bersih dengan prestasi Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sedangkan ARW dianggap besar dipengaruhi oleh jabatan beliau saat ini sebagai Wakil Wali Kota Tangerang, selain itu aktif dan enerjik dalam kegiatan Pemda. Keberadaan orangtua Arief juga selaku CEO RS Sari Asih Grup memberi andil terhadap mantan Direktur RS Sari Asih tersebut.
"Meski tidak memasang baliho yang menyatakan akan maju sebagai Wali Kota, munculnya banyak baliho dengan gambar beliau di segala penjuru dengan pakaian dinas berpengaruh pada popluaritasnya, salah satunya cara efektif seperti yang terjadi belakangan ini di Festifal Al-Azhom yang jelas sekali," katanya.
Sedangkan HMZ, faktor elektabilitas naik lantaran jabatannya saat ini sebagai Sekda Kota Tangerang. Secara background pendidikan HMZ juga dianggap satu-satunya kandidat calon Wali Kota Tangerang yang bergelar Doktor.
"HMZ dikenal dengan kalangan akademisi, media dan tokoh ulama di Kota Tangerang sehingga sebagai tokoh intelektual pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan berpengaruh pada kedekatan dengan para guru dan organisasi guru," terangnya.
Sedangkan Abdul Syukur, peran penting meningkatnya elektabilitas karena merupakan adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Sebagian menganggap Abdul Syukur merupakan penerus trah Wahidin Halim, karena memiliki kemampuan leadership yang hampir sama.
"Selaku ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, dia juga memiliki dampak terhadap para kader partai Golkar,” terangnya.
Meski begitu, dirinya mengatakan, survei dapat berubah dalam hitungan hari. “Jadi ini bisa berubah,” terangnya.
(mhd)