Kulonprogo kekurangan Tim Reaksi Cepat
Rabu, 21 November 2012 - 09:00 WIB
Kulonprogo kekurangan Tim Reaksi Cepat
A
A
A
Sindonews.com - Kabupaten Kulonprogo kekurangan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk merespon bencana. Padahal, tak satu pun kecamatan di Kulonprogo beban acaman bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Untung Waluyo, mengatakan dengan 12 kecamatan rawan bencana Kulonprogo seharusnya memiliki 60 anggota TRC. Sayang, saat ini baru ada 24 anggota saja.
“Idealnya untuk wilayah seluas Kulonprogo memang ada 60 anggota TRC. Asumsinya ada 5 anggota di tiap kecamatan dari 12 kecamatan yang ada. Tapi sekarang kita baru punya 24 orang," kata Untung ketika dihubungi, Rabu (21/11/2012).
Untuk menutup kekurangan, Untung berharap ada bantuan anggota TRC dari provinsi. Dengan demikian, potensi bencana dapat terdeteksi sejak dini. Penanganan saat dan pascabencana juga dapat dilakukan lebih baik.
Dia menjelaskan, bencana yang mengancam Kulonprogo hingga Januari-Februari tahun depan adalah banjir, tanah longsor dan puting beliung. Berdasarkan pemetaan, longsor mengancam Kecamatan Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, Kokap dan sebagian Pengasih.
Banjir mengancam wilayah Bojong (Panjatan) dan Brosot (Galur). Sedangkan Nanggulan, Kalibawang rawan angin puting beliung.
“Hujan deras di puncak Merapi juga bisa memicu banjir lahar dingin dan mengancam masyarakat di bantaran sungai,” jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD DIY, Prasetyo Budhi Laksono, menambahkan pihaknya sudah memiliki 30 personel TRC. Jumlah itu akan bertambah 30 dari personel yang tengah dilatih di Wildlife Rescue Center (WRC), Kulonprogo.
“Melalui pelatihan setiap anggota TRC diharapkan bisa mengampu dan mengkaji ancaman bencana di masing-masing daerah. Mereka nantinya akan diperbantukan ke masing-masing kabupaten/kota di untuk memantau ancaman bencana,”ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Untung Waluyo, mengatakan dengan 12 kecamatan rawan bencana Kulonprogo seharusnya memiliki 60 anggota TRC. Sayang, saat ini baru ada 24 anggota saja.
“Idealnya untuk wilayah seluas Kulonprogo memang ada 60 anggota TRC. Asumsinya ada 5 anggota di tiap kecamatan dari 12 kecamatan yang ada. Tapi sekarang kita baru punya 24 orang," kata Untung ketika dihubungi, Rabu (21/11/2012).
Untuk menutup kekurangan, Untung berharap ada bantuan anggota TRC dari provinsi. Dengan demikian, potensi bencana dapat terdeteksi sejak dini. Penanganan saat dan pascabencana juga dapat dilakukan lebih baik.
Dia menjelaskan, bencana yang mengancam Kulonprogo hingga Januari-Februari tahun depan adalah banjir, tanah longsor dan puting beliung. Berdasarkan pemetaan, longsor mengancam Kecamatan Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, Kokap dan sebagian Pengasih.
Banjir mengancam wilayah Bojong (Panjatan) dan Brosot (Galur). Sedangkan Nanggulan, Kalibawang rawan angin puting beliung.
“Hujan deras di puncak Merapi juga bisa memicu banjir lahar dingin dan mengancam masyarakat di bantaran sungai,” jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD DIY, Prasetyo Budhi Laksono, menambahkan pihaknya sudah memiliki 30 personel TRC. Jumlah itu akan bertambah 30 dari personel yang tengah dilatih di Wildlife Rescue Center (WRC), Kulonprogo.
“Melalui pelatihan setiap anggota TRC diharapkan bisa mengampu dan mengkaji ancaman bencana di masing-masing daerah. Mereka nantinya akan diperbantukan ke masing-masing kabupaten/kota di untuk memantau ancaman bencana,”ujarnya.
(ysw)