Pelajar hilang di gunung Welirang
Rabu, 21 November 2012 - 08:47 WIB
Pelajar hilang di gunung Welirang
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pelajar SMK hilang di gunung Welirang, Pasuruan, Jawa Timur, saat melakukan pendakian. Hingga kini, tim SAR terus melakukan pencarian pelajar tersebut.
Sudah empat hari, Aji Kusuma Faqiudin tersesat di gunung Welerang di lingkungan Tretes, Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Warga Pagesangan, gang 4 No. 52, Surabaya mendaki gunung bersama dengan tujuh orang temannya sejak Jumat 17 November 2012 melewati pintu pos Perhutani Tretes. Saat mendaki, tiga temannya terpaksa turun karena cuaca buruk setelah diguyur hujan lebat.
Namun, Aji bersama empat rekannya meneruskan perjalanan menuju ke puncak Gunung Welirang ini. Sekira satu kilometer mendekati puncak, mereka beristirahat karena kelelahan.
Karena tak lama lagi sampai puncak, Aji melanjutkan perjalanan dan menyuruh teman-temannya turun ke pos Perhutani Kop-Pan. Tetapi teman-teman Aji memilih tetap beristirahat.
Setelah cuaca cerah, teman-teman Aji mencari keberadaanya tapi pelajar SMK itu tak diketemukan. Akhirnya mereka melaporkan ke polisi dan dan didatangan tim sar.
Ketua tim SAR, Andi Utomor menjelaskan, kemungkinan korban tersesat karena cuaca di kawasan tersebut cukup buruk. "Kabut yang turun cukup cepat dan mengganggu jarak pandang," jelasnya di Pos Perhutani Tretes, Pasuruan, Rabu (21/11/2012).
Sementara itu, Aunur Rofik ayah korban meyakini kalau anaknya masih hidup. Saat berpamitan, Aji mengenakan kaos warna hitam dan celana parasit dengan menggunakan tas ransel gunung dalam kondisi sehat.
"Saya meyakini kalau anak saya masih hidup," tegasnya.
Sudah empat hari, Aji Kusuma Faqiudin tersesat di gunung Welerang di lingkungan Tretes, Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Warga Pagesangan, gang 4 No. 52, Surabaya mendaki gunung bersama dengan tujuh orang temannya sejak Jumat 17 November 2012 melewati pintu pos Perhutani Tretes. Saat mendaki, tiga temannya terpaksa turun karena cuaca buruk setelah diguyur hujan lebat.
Namun, Aji bersama empat rekannya meneruskan perjalanan menuju ke puncak Gunung Welirang ini. Sekira satu kilometer mendekati puncak, mereka beristirahat karena kelelahan.
Karena tak lama lagi sampai puncak, Aji melanjutkan perjalanan dan menyuruh teman-temannya turun ke pos Perhutani Kop-Pan. Tetapi teman-teman Aji memilih tetap beristirahat.
Setelah cuaca cerah, teman-teman Aji mencari keberadaanya tapi pelajar SMK itu tak diketemukan. Akhirnya mereka melaporkan ke polisi dan dan didatangan tim sar.
Ketua tim SAR, Andi Utomor menjelaskan, kemungkinan korban tersesat karena cuaca di kawasan tersebut cukup buruk. "Kabut yang turun cukup cepat dan mengganggu jarak pandang," jelasnya di Pos Perhutani Tretes, Pasuruan, Rabu (21/11/2012).
Sementara itu, Aunur Rofik ayah korban meyakini kalau anaknya masih hidup. Saat berpamitan, Aji mengenakan kaos warna hitam dan celana parasit dengan menggunakan tas ransel gunung dalam kondisi sehat.
"Saya meyakini kalau anak saya masih hidup," tegasnya.
(ysw)