27 peserta KB pria dapat kambing
Selasa, 20 November 2012 - 15:55 WIB
27 peserta KB pria dapat kambing
A
A
A
Sindonews.com - Sayembara vasektomi berhadiah kambing yang dilakukan Pemkab Kulonprogo, benar-benar terealisasi. 27 akseptor yang dinyatakan layak mengikuti program ini menerima hadiah berupa kambing dari Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.
Kambing seharga Rp1 juta diserahkan dalam kegiatan Gebyar Motivator KB Pria melalui Gerebeg Pasar Tradisional di Balai Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Selasa (20/11/2012) pagi. Operasi vasektomi sendiri dilaksanakan di Puskesmas I Girimulyo.
Sugeng Bagyo (48) warga Kedunggong, Wates mengaku ikut vasektomi karena istrinya tidak cocok melaksanakan KB. Menurut dia, semua jeis KB sudah dicoba namun selalu berakhir gagal.
“Saya mengalah karena semua jenis KB ternyata tidak cocok untuk istri saya,” kata dia, Selasa (20/11/2012).
Dia menolak disebut ikut vasektomi hanya karena iming-iming hadiah kambing. Namun jika memang benar ada, dia berencana memeliharanya agar berkembang biak.
“Kambing hanya meramaikan saja. Saya tidak bnyak berharap. Tapi kalau memang dapat ya akan saya pelihara,” terangnya.
Senada dengannya, Dharmawan (39) warga Ngestiharjo, Wates menyampaikan alasan serupa. Dengan mengikuti program ini dia berharap istrinya tidak hamil lagi karena mereka sudah dikaruniai empat anak.
“Anak saya sudah empat. Jadi rasanya cukup berat kalau harus tambah anak lagi,” kata dia.
Dia mengatakan, sebagai buruh serabutan, memenuhi kebutuhan keluarga dengan empat anak bukanlah perkara mudah. Apalagi, pengeluaran keluarga harus bertambah untuk biaya pendidikan anak-anaknya.
“Saya sudah berdiskusi dengan istri dan dia setuju” tegasnya.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, hadiah kambing diberikan hanya untuk memotivasi agar banyak pria ambil bagian menjadi akseptor KB. Dia mengaku khawatir akan terjadi ledakan penduduk jika KB tidak kembali digalakkan. Alasannya populasi remaja di Kulonprogo cukup tinggi.
Dia mengatakan, sejak program vasektomi dilaksanakan beberapa tahun silam, di Kulonprogo sudah ada 540 peserta vasektomi pria.
Peserta yang sudah melaksanakan vasektomi ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan sosialisasi kepada warga lainnya untuk mengikuti program vasektomi.
Kambing seharga Rp1 juta diserahkan dalam kegiatan Gebyar Motivator KB Pria melalui Gerebeg Pasar Tradisional di Balai Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Selasa (20/11/2012) pagi. Operasi vasektomi sendiri dilaksanakan di Puskesmas I Girimulyo.
Sugeng Bagyo (48) warga Kedunggong, Wates mengaku ikut vasektomi karena istrinya tidak cocok melaksanakan KB. Menurut dia, semua jeis KB sudah dicoba namun selalu berakhir gagal.
“Saya mengalah karena semua jenis KB ternyata tidak cocok untuk istri saya,” kata dia, Selasa (20/11/2012).
Dia menolak disebut ikut vasektomi hanya karena iming-iming hadiah kambing. Namun jika memang benar ada, dia berencana memeliharanya agar berkembang biak.
“Kambing hanya meramaikan saja. Saya tidak bnyak berharap. Tapi kalau memang dapat ya akan saya pelihara,” terangnya.
Senada dengannya, Dharmawan (39) warga Ngestiharjo, Wates menyampaikan alasan serupa. Dengan mengikuti program ini dia berharap istrinya tidak hamil lagi karena mereka sudah dikaruniai empat anak.
“Anak saya sudah empat. Jadi rasanya cukup berat kalau harus tambah anak lagi,” kata dia.
Dia mengatakan, sebagai buruh serabutan, memenuhi kebutuhan keluarga dengan empat anak bukanlah perkara mudah. Apalagi, pengeluaran keluarga harus bertambah untuk biaya pendidikan anak-anaknya.
“Saya sudah berdiskusi dengan istri dan dia setuju” tegasnya.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, hadiah kambing diberikan hanya untuk memotivasi agar banyak pria ambil bagian menjadi akseptor KB. Dia mengaku khawatir akan terjadi ledakan penduduk jika KB tidak kembali digalakkan. Alasannya populasi remaja di Kulonprogo cukup tinggi.
Dia mengatakan, sejak program vasektomi dilaksanakan beberapa tahun silam, di Kulonprogo sudah ada 540 peserta vasektomi pria.
Peserta yang sudah melaksanakan vasektomi ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan sosialisasi kepada warga lainnya untuk mengikuti program vasektomi.
(ysw)