Pasar dibangun, kontrak belum diteken
Selasa, 20 November 2012 - 10:36 WIB
Pasar dibangun, kontrak belum diteken
A
A
A
Sindonews.com - Pasar Percontohan Sentolo, Kulonprogo mulai dibangun di atas tanah Kas Desa Salamrejo, seluas 1,8 hektare. Sayang, hingga kini draf kontrak pemanfaatan lahan belum juga ditandatangani.
Kepala Desa Salamrejo, Haryanto mengatakan, proses pembangunan pasar percontohan sudah dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, 18 Oktober 2012 lalu . Namun pembangunan tidak didahului penandatanganan kontrak penggunaan lahan.
Menurutnya, untuk tahap awal, kontrak pemanfaatan lahan akan berlangsung selama 20 tahun. Selama kontrak berlangsung, warga sekitar pasar memiliki kesempatan menjadi pedagang di dalam pasar yang menggantikan pasar lama.
"Sudah mulai dibangun. Tapi kontraknya belum ditandatangani. Kami tidak mau berpandangan buruk, mungkin karena diurus provinsi jadi agak telat. Pikiran kami, provinsi masih disibukkan dengan urusan keistimewaan," kata Haryanto di Salamrejo, Selasa (20/11/2012).
Namun demikia dia tetap berharap kontrak pemanfaatan lahan segera ditandatangani. Dengan begitu, dirinya mendapat kepastian hukum bahwa warga setempat akan mendapat jatah berjualan di pasar.
"Kami masih menunggu," kata dia.
Pasar Percontohan Sentolo sendiri diprediksi menghabiskan dana sekitar 16 miliar. Pada tahap awal pembangunan, disediakan dan Rp6 miliar lebih. Rp5 miliar dari APBN, sedangkan sisana dari APBD kabupaten dan provinsi.
Kepala Desa Salamrejo, Haryanto mengatakan, proses pembangunan pasar percontohan sudah dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, 18 Oktober 2012 lalu . Namun pembangunan tidak didahului penandatanganan kontrak penggunaan lahan.
Menurutnya, untuk tahap awal, kontrak pemanfaatan lahan akan berlangsung selama 20 tahun. Selama kontrak berlangsung, warga sekitar pasar memiliki kesempatan menjadi pedagang di dalam pasar yang menggantikan pasar lama.
"Sudah mulai dibangun. Tapi kontraknya belum ditandatangani. Kami tidak mau berpandangan buruk, mungkin karena diurus provinsi jadi agak telat. Pikiran kami, provinsi masih disibukkan dengan urusan keistimewaan," kata Haryanto di Salamrejo, Selasa (20/11/2012).
Namun demikia dia tetap berharap kontrak pemanfaatan lahan segera ditandatangani. Dengan begitu, dirinya mendapat kepastian hukum bahwa warga setempat akan mendapat jatah berjualan di pasar.
"Kami masih menunggu," kata dia.
Pasar Percontohan Sentolo sendiri diprediksi menghabiskan dana sekitar 16 miliar. Pada tahap awal pembangunan, disediakan dan Rp6 miliar lebih. Rp5 miliar dari APBN, sedangkan sisana dari APBD kabupaten dan provinsi.
(ysw)