Tanggul jebol, 100 hektare sawah terancam
Senin, 19 November 2012 - 18:22 WIB
Tanggul jebol, 100 hektare sawah terancam
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Magelang mengakibatkan tanggul Sungai di Dusun Nglumut, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Magelang jebol.
Tanggul sekaligus jembatan penghubung desa itu membuat akses ke desa Sudimoro terputus.
Jebolnya tanggul bermula saat hujan deras yang berlangsung dari pukul 15.00-19.00 WIB itu mengguyur wilayah lereng Merapi dan sekitarnya, Minggu (18/11/2012). Tanggul Bebeng yang tak kuat menahan terjangan arus pun jebol.
"Diperkirakan tidak kuat menahan terjangan air, akhirnya jebol sekitar pukul 18.45. Padahal tanggul itu dibangun untuk irigasi pertanian warga," kata Yasin (45) warga Nglumut, Senin (19/11/2012).
Ditambahkannya, bendungan irigasi pertanian itu sekaligus digunakan warga sebagai jalan darurat. Jalan tersebut menghubungkan Dusun Nglumut, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung dan Desa Sudimoro, Srumbung.
"Jalur memutar melewati jalur Dusun Jrakah, Srumbung. Kira-kira harus memutar sejauh 15 kilometer," lanjutnya.
Jalur penghubung itu dibangun warga secara swadaya dengan menghabiskan dana sekira Rp21 juta pada Juli 2012 lalu. Tiap warga rela mengeluarkan uang senilai Rp200 ribu. Selain menjadi akses, bendungan tersebut juga berfungsi sebagai irigasi kurang lebih 80 petani.
Akibat bendungan jebol, sekitar 100 hektare area pertanian terancam kekeringan. Lahan yang sebelumnya dialiri adalah lahan persawahan serta lahan pertanian salak.
Mugiyanto (46) salah seorang petani setempat, berharap Pemerintah Kabupaten Magelang segera melakukan tindakan solutif atas masalah ini.
"Kalau ada bantuan pemerintah, sawah kami bisa terairi. Tapi kalau tidak ya, menunggu keajaiban," ucapnya.
Tanggul sekaligus jembatan penghubung desa itu membuat akses ke desa Sudimoro terputus.
Jebolnya tanggul bermula saat hujan deras yang berlangsung dari pukul 15.00-19.00 WIB itu mengguyur wilayah lereng Merapi dan sekitarnya, Minggu (18/11/2012). Tanggul Bebeng yang tak kuat menahan terjangan arus pun jebol.
"Diperkirakan tidak kuat menahan terjangan air, akhirnya jebol sekitar pukul 18.45. Padahal tanggul itu dibangun untuk irigasi pertanian warga," kata Yasin (45) warga Nglumut, Senin (19/11/2012).
Ditambahkannya, bendungan irigasi pertanian itu sekaligus digunakan warga sebagai jalan darurat. Jalan tersebut menghubungkan Dusun Nglumut, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung dan Desa Sudimoro, Srumbung.
"Jalur memutar melewati jalur Dusun Jrakah, Srumbung. Kira-kira harus memutar sejauh 15 kilometer," lanjutnya.
Jalur penghubung itu dibangun warga secara swadaya dengan menghabiskan dana sekira Rp21 juta pada Juli 2012 lalu. Tiap warga rela mengeluarkan uang senilai Rp200 ribu. Selain menjadi akses, bendungan tersebut juga berfungsi sebagai irigasi kurang lebih 80 petani.
Akibat bendungan jebol, sekitar 100 hektare area pertanian terancam kekeringan. Lahan yang sebelumnya dialiri adalah lahan persawahan serta lahan pertanian salak.
Mugiyanto (46) salah seorang petani setempat, berharap Pemerintah Kabupaten Magelang segera melakukan tindakan solutif atas masalah ini.
"Kalau ada bantuan pemerintah, sawah kami bisa terairi. Tapi kalau tidak ya, menunggu keajaiban," ucapnya.
(ysw)