Uang asuransi anggota DPRD mengendap
Senin, 19 November 2012 - 09:27 WIB
Uang asuransi anggota DPRD mengendap
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertanyakan dana atau uang jatah asuransi yang dianggarkan Rp600 juta per tahun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten TTU untuk 30 anggota dewan.
Sejak tahun 2010 lalu 30 anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tidak menerima uang asuransi untuk pemeriksaan kesehatan. General check-up dan kebutuhan biaya perawatan di rumah sakit menggunakan uang pribadi.
Ketua Fraksi Golkar Dominikus Anin mengakui ketidak jelasan dana asuransi yang menjadi hak anggota DPRD. BAhkan salah satu anggota Fraksi Partai Demokrat, Frans Tatang Salu, yang menderita sakit selama satu tahun dan dirawat di rumah sakit, tidak menerima uang asuransi kesehatan.
"Beliau menggunakan uang pribadi untuk biaya perawatan. Keluarganya Pak Tatang Salu kewalahan," katanya di Kefamenanu, Senin (19/11/2012).
Sementara anggota Fraksi PKB menjelaskan, bukan hanya uang asuransi kesehatan saja yang tidak jelas, ada banyak kasus mengenai uang yang tidak jelas juntrungannya.
"Silakan cek sendiri dan tanya kepada sekretaris DPRD TTU," tambah Siprianus.
Wakil Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah, yang dihubungi terpisah melalui telepon genggamnya, membenarkan belum teralisasinya uang asuransi kesehatan bagi anggota DPRD TTU.
"Katanya proses tender untuk asuransi itu yang berbelit-belit. Makanya sampai sekarang belum ada realisasi. Tapi secara teknis, coba tanya Sekretaris Dewan. Dia yang mengelola uang itu," kata Frengky.
Sekretaris DPRD TTU, Kollo Donatus, yang dihubungi tidak pernah menjawab. Pertanyaan wartawan lewat pesan singkat juga tidak dibalas.
Sejak tahun 2010 lalu 30 anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tidak menerima uang asuransi untuk pemeriksaan kesehatan. General check-up dan kebutuhan biaya perawatan di rumah sakit menggunakan uang pribadi.
Ketua Fraksi Golkar Dominikus Anin mengakui ketidak jelasan dana asuransi yang menjadi hak anggota DPRD. BAhkan salah satu anggota Fraksi Partai Demokrat, Frans Tatang Salu, yang menderita sakit selama satu tahun dan dirawat di rumah sakit, tidak menerima uang asuransi kesehatan.
"Beliau menggunakan uang pribadi untuk biaya perawatan. Keluarganya Pak Tatang Salu kewalahan," katanya di Kefamenanu, Senin (19/11/2012).
Sementara anggota Fraksi PKB menjelaskan, bukan hanya uang asuransi kesehatan saja yang tidak jelas, ada banyak kasus mengenai uang yang tidak jelas juntrungannya.
"Silakan cek sendiri dan tanya kepada sekretaris DPRD TTU," tambah Siprianus.
Wakil Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah, yang dihubungi terpisah melalui telepon genggamnya, membenarkan belum teralisasinya uang asuransi kesehatan bagi anggota DPRD TTU.
"Katanya proses tender untuk asuransi itu yang berbelit-belit. Makanya sampai sekarang belum ada realisasi. Tapi secara teknis, coba tanya Sekretaris Dewan. Dia yang mengelola uang itu," kata Frengky.
Sekretaris DPRD TTU, Kollo Donatus, yang dihubungi tidak pernah menjawab. Pertanyaan wartawan lewat pesan singkat juga tidak dibalas.
(ysw)