Angka ODHA di Luwu Timur meningkat
Minggu, 18 November 2012 - 15:21 WIB
Angka ODHA di Luwu Timur meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Peningkatan jumlah angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Luwu Timur terus memperlihatkan grafis peningkatan yang signifikan.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan terdapat sekira 57 kasus sejak 2004-September 2012. Bahkan, 2011 terjadi kenaikan yang signifikan.
Mirisnya, ada satu keluarga yang ditemukan positif terifeksi HIV/AIDS di Kecamatan Mangkutana.
Sejumlah ODHA ini terdeteksi paling banyak di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Mangkutana, Nuha, dan Tomoni.
Selain angka itu, juga diprediksi terdapat sejumlah ODHA lainnya yang belum terdata dan berkeliaran di masyarakat.
"Angka itu sebagian ada yang sudah meninggal," kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Luwu Timur, Andi Tajung kepada SINDO di Hotel Grand Mulia Sorowako, Sulawesi Selatan, Minggu (18/11/2012).
Penyebaran virus mematikan yang belum ada obatnya tersebut, sebanyak 80 persen disebabkan faktor seks bebas kemudian disusul pemakaian jarum suntik pengguna narkoba.
"Tiga kecamatan yang menjadi pusat penyebaran itu karena faktor kondisi geografisnya sebagai daerah transit lintas provinsi, khususnya di Kecamatan Mangkutana,"katanya.
Menurut Andi, pemeriksaan rutin memang perlu dilakukan masyarakat khususnya yang memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan. Demikian halnya dengan masyarakat yang suka memakai narkoba melalui jarum suntik.
"Masa penyebaran virus HIV/AIDS membutuhkan waktu tiga bulan. Jadi, memang perlu secara rutin memeriksakan diri minimal tiga bulan sekali," pungkasnya.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan terdapat sekira 57 kasus sejak 2004-September 2012. Bahkan, 2011 terjadi kenaikan yang signifikan.
Mirisnya, ada satu keluarga yang ditemukan positif terifeksi HIV/AIDS di Kecamatan Mangkutana.
Sejumlah ODHA ini terdeteksi paling banyak di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Mangkutana, Nuha, dan Tomoni.
Selain angka itu, juga diprediksi terdapat sejumlah ODHA lainnya yang belum terdata dan berkeliaran di masyarakat.
"Angka itu sebagian ada yang sudah meninggal," kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Luwu Timur, Andi Tajung kepada SINDO di Hotel Grand Mulia Sorowako, Sulawesi Selatan, Minggu (18/11/2012).
Penyebaran virus mematikan yang belum ada obatnya tersebut, sebanyak 80 persen disebabkan faktor seks bebas kemudian disusul pemakaian jarum suntik pengguna narkoba.
"Tiga kecamatan yang menjadi pusat penyebaran itu karena faktor kondisi geografisnya sebagai daerah transit lintas provinsi, khususnya di Kecamatan Mangkutana,"katanya.
Menurut Andi, pemeriksaan rutin memang perlu dilakukan masyarakat khususnya yang memiliki kebiasaan berganti-ganti pasangan. Demikian halnya dengan masyarakat yang suka memakai narkoba melalui jarum suntik.
"Masa penyebaran virus HIV/AIDS membutuhkan waktu tiga bulan. Jadi, memang perlu secara rutin memeriksakan diri minimal tiga bulan sekali," pungkasnya.
(hyk)