Inilah 4 faktor artis berpolitik
Minggu, 18 November 2012 - 09:29 WIB
Inilah 4 faktor artis berpolitik
A
A
A
Sindonews.com - Banyak artis atau publik figur yang beralih profesi menjadi pemimpin daerah atau politikus lainnya, apa yang sebenarnya apa yang membuat hal ini menjadi satu budaya politik baru?.
Budayawan Sobari menjelaskan, ada empat faktor seorang artis akhirnya memilih beralih profesi menjadi politikus. Pertama, menjadi seorang pemimpin daerah atau politik merupakan lapangan kerja umum yang bisa dilakukan oleh kalangan manapun, tidak tertutup kemungkinan bagi seorang publik figur.
"Ini menunjukkan beberapa hal. Satu, lapangan kerja umum nonpolitik tidak cukup tersedia. Maka mereka masuk politik karena bidang ini terbuka. Politik lebih mentereng, lebih bergengsi dan pendapatan di bidang ini lebih bgus," jelas Sobari kepada Sindonews, Minggu (18/11/2012) pagi.
Faktor kedua ialah di era keterbukaan memungkinkan setiap orang bisa ikut berpatisipasi politik.
"Dua, ini zaman terbuka, yang membuat orang berpikir tiap orang berhak masuk politik," katanya lagi.
Ketiga, tidak adanya kontrol kualitas dalam partai politik (Parpol) dalam mencari figur, juga menjadi satu faktor akhir artis merambah dunia politik.
Faktor terakhir menurut Sobari adalah popularitas seorang artis yang dikagumi masyarakat. Dia mengatakan, hal ini cukup mendompleng Parpol meski yang bersangkutan belum memiliki pengalaman politik.
"Empat. Popularitas dikagumi oleh publik. Maka orang populer mendapat tempat. Meskipun tanpa melihat kemampuan pribadi, artis yang tidak punya kompetensi pun diterima dan tidak malu berada dalam posisi politik biarpun tidak pantas dan tidak punya kontribusi apapun," tutup Sobari.
Budayawan Sobari menjelaskan, ada empat faktor seorang artis akhirnya memilih beralih profesi menjadi politikus. Pertama, menjadi seorang pemimpin daerah atau politik merupakan lapangan kerja umum yang bisa dilakukan oleh kalangan manapun, tidak tertutup kemungkinan bagi seorang publik figur.
"Ini menunjukkan beberapa hal. Satu, lapangan kerja umum nonpolitik tidak cukup tersedia. Maka mereka masuk politik karena bidang ini terbuka. Politik lebih mentereng, lebih bergengsi dan pendapatan di bidang ini lebih bgus," jelas Sobari kepada Sindonews, Minggu (18/11/2012) pagi.
Faktor kedua ialah di era keterbukaan memungkinkan setiap orang bisa ikut berpatisipasi politik.
"Dua, ini zaman terbuka, yang membuat orang berpikir tiap orang berhak masuk politik," katanya lagi.
Ketiga, tidak adanya kontrol kualitas dalam partai politik (Parpol) dalam mencari figur, juga menjadi satu faktor akhir artis merambah dunia politik.
Faktor terakhir menurut Sobari adalah popularitas seorang artis yang dikagumi masyarakat. Dia mengatakan, hal ini cukup mendompleng Parpol meski yang bersangkutan belum memiliki pengalaman politik.
"Empat. Popularitas dikagumi oleh publik. Maka orang populer mendapat tempat. Meskipun tanpa melihat kemampuan pribadi, artis yang tidak punya kompetensi pun diterima dan tidak malu berada dalam posisi politik biarpun tidak pantas dan tidak punya kontribusi apapun," tutup Sobari.
(rsa)