Solidaritas, pedagang daging di Depok mogok dagang
Sabtu, 17 November 2012 - 11:31 WIB
Solidaritas, pedagang daging di Depok mogok dagang
A
A
A
Sindonews.com - Pedagang daging di Kota Depok, menggelar aksi mogok dagang menyusul dihentikannya impor daging. Aksi mogok dagang itu, merupakan satu bentuk solidaritas atas mogok massal yang dilakukan para pedagang daging di Jakarta.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya baru akan mengecek rantai penjualan daging sapi dari mulai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tapos, Depok. Dia juga berjanji akan mengecek harga daging sapi di pasar.
"Ini kebetulan kejadian pas libur, ini kan karena daging impor disetop. Kami belum memantau sejauh mana, saya baru akan ke RPH. Ini mau ke sana," jelasnya, kepada wartawan, di Depok, Sabtu (17/11/2012).
Zalfinus mengaku heran dengan kenaikan harga daging sapi di Depok. Sebab menurutnya, Depok justru surplus daging sapi. "Kalau kita justru surplus daging 1,5 ton. Kebutuhan 6,5 ton, RPH hasilkan 8 ton per hari," terangnya.
Karena itu, Zalfinus akan mengecek kaganjilan tersebut. DKI Jakarta, kata dia, justru selama ini ambil stok daging sapi dari Depok. Dia menengarai, langkanya pedagang daging di Depok disebabkan aksi solidaritas para pedagang. Sapi di Depok berasal dari Depok dan juga daerah Jawa.
"Jakarta saja ambil dari kita. Rasa solidaritas saja itu, antar pedagang daging," tegasnya
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya baru akan mengecek rantai penjualan daging sapi dari mulai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Tapos, Depok. Dia juga berjanji akan mengecek harga daging sapi di pasar.
"Ini kebetulan kejadian pas libur, ini kan karena daging impor disetop. Kami belum memantau sejauh mana, saya baru akan ke RPH. Ini mau ke sana," jelasnya, kepada wartawan, di Depok, Sabtu (17/11/2012).
Zalfinus mengaku heran dengan kenaikan harga daging sapi di Depok. Sebab menurutnya, Depok justru surplus daging sapi. "Kalau kita justru surplus daging 1,5 ton. Kebutuhan 6,5 ton, RPH hasilkan 8 ton per hari," terangnya.
Karena itu, Zalfinus akan mengecek kaganjilan tersebut. DKI Jakarta, kata dia, justru selama ini ambil stok daging sapi dari Depok. Dia menengarai, langkanya pedagang daging di Depok disebabkan aksi solidaritas para pedagang. Sapi di Depok berasal dari Depok dan juga daerah Jawa.
"Jakarta saja ambil dari kita. Rasa solidaritas saja itu, antar pedagang daging," tegasnya
(san)