Rekonstruksi pembunuhan bos toko emas, keluarga histeris
Jum'at, 16 November 2012 - 13:27 WIB
Rekonstruksi pembunuhan bos toko emas, keluarga histeris
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Satuan Reskrim Polsek Tangerang melakukan rekonstruksi pembunuhan pemilik toko emas Thio Lina (42), di Jalan Sukamanah 1, RT 3/10, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Rekonstruksi digelar sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan petugas polisi mengawal ketat rekonstruksi tersebut karena para warga berdatangan ke lokasi.
Tiga tersangka yang dihadirkan yakni Usman, Pepen dan Dadang Ali. Ketika ketiga tersangka dibawa polisi ke lokasi, keluarga korban yang telah berada di lokasi langsung histeris.
Mereka mencaci-maki para tersangka. Bahkan tante korban, Ani, sempat akan memukul tersangka dengan dengan sapu. Namun, polisi dengan sigap langsung berusaha menghalaunya.
“Saya tidak rela, Lina dibunuh. Padahal dia baik sekali. Tega-teganya mereka membunuh Lina, Mereka juga harus mati,” teriak Ani di lokasi rekonstruksi, Jumat (16/11/2012).
Kapolsek Tangerang Kompol Sukarna mengatakan, rekonstruksi itu dilakukan sebanyak 30 adegan.
“Rekonstruksi ini untuk memberikan gambaran yang jelas tentang peristiwa pembunuhan itu. Fakta dalam rekonstruksi ini menjadi pelengkap berkas perkara,” ujarnya.
Sebelumnya, Thio Lina ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Selasa 23 Oktober 2012 sekira pukul 15.30 WIB. Dia dibunuh tukang renovasi rumah korban Usman, dengan dibantu dua rekannya Pepen dan Dadang Ali.
“Motif pembunuhan karena mereka meminta uang renovasi yang selisih kurang dari Rp200 ribu. Saat ditagih, korban mengaku tidak punya uang. Akhirnya tersangka Usman marah dan langsung memukul korban lalu menusuk korban dengan pisau yang berada di dapur. Kedua rekannya juga membantunya," ujar Sukarna.
Rekonstruksi digelar sekira pukul 10.00 WIB. Puluhan petugas polisi mengawal ketat rekonstruksi tersebut karena para warga berdatangan ke lokasi.
Tiga tersangka yang dihadirkan yakni Usman, Pepen dan Dadang Ali. Ketika ketiga tersangka dibawa polisi ke lokasi, keluarga korban yang telah berada di lokasi langsung histeris.
Mereka mencaci-maki para tersangka. Bahkan tante korban, Ani, sempat akan memukul tersangka dengan dengan sapu. Namun, polisi dengan sigap langsung berusaha menghalaunya.
“Saya tidak rela, Lina dibunuh. Padahal dia baik sekali. Tega-teganya mereka membunuh Lina, Mereka juga harus mati,” teriak Ani di lokasi rekonstruksi, Jumat (16/11/2012).
Kapolsek Tangerang Kompol Sukarna mengatakan, rekonstruksi itu dilakukan sebanyak 30 adegan.
“Rekonstruksi ini untuk memberikan gambaran yang jelas tentang peristiwa pembunuhan itu. Fakta dalam rekonstruksi ini menjadi pelengkap berkas perkara,” ujarnya.
Sebelumnya, Thio Lina ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Selasa 23 Oktober 2012 sekira pukul 15.30 WIB. Dia dibunuh tukang renovasi rumah korban Usman, dengan dibantu dua rekannya Pepen dan Dadang Ali.
“Motif pembunuhan karena mereka meminta uang renovasi yang selisih kurang dari Rp200 ribu. Saat ditagih, korban mengaku tidak punya uang. Akhirnya tersangka Usman marah dan langsung memukul korban lalu menusuk korban dengan pisau yang berada di dapur. Kedua rekannya juga membantunya," ujar Sukarna.
(rsa)