Desain dapil, KPUD Polman minta masukan parpol

Jum'at, 16 November 2012 - 01:51 WIB
Desain dapil, KPUD Polman...
Desain dapil, KPUD Polman minta masukan parpol
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mendesain daerah pemilihan (Dapil) pada pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014 mendatang.

Ketua KPUD Polman Usman Suhuria mengatakan, dalam menentukan desain dapil pada Pemilu 2014, KPUD meminta agar partai politik (parpol) memberikan masukan, seperti apa keinginan masing-masing parpol menghendaki bentuk dapil yang perlu digunakan dalam Pemilu legislatif 2014, khususnya untuk DPRD Kabupaten Polman.

Usman mengatakan, saat ini, KPUD telah melakukan persiapan dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten mengenai Data Agregat kependudukan (DAK). Termasuk kajian terhadap aspek geografi, demografi, sosial dan latar belakang kultur masyarakat serta perkembangan dinamika kependudukan.

Disamping itu, mengkaji dan mengevaluasi efektifitas daerah pemilihan yang digunakan selama ini seperti apa hubungannya dengan kinerja anggota legislatif yang dihasilkan pada Pemilu 2009 silam.

"Tentunya, tak kalah penting adalah seperti apa kapasitas setiap parpol dalam mengakomodir aspirasi wilayah yang diwakilinya," ujarnya kepada SINDO, Kamis (15/11/2012).

Usman kembali menjelaskan, kuota kursi yang ada pada setiap dapil jumlahnya tidak lebih dari 12 kursi, dan tidak kurang dari tifa kursi. Dalam artian, jumlah kursi setiap dapil tiga sampai 12 kursi.

Sementara itu, dapil untuk DPRD kabupaten Kota itu adalah dipetakan dari suatu wilayah kecamatan atau gabungan kecamatan.

"Ya, substansi yang paling mendasar dari penyusunan dapil ini tentu tetap mengacu pada semangat UU pemilu nomor 8 tahun 2012 yang mengehendaki adanya keberlanjutan fungsi keterwakilan," jelasnya.

Dia menjelaskan, jika dapil ditetapkan dengan dasar-dasar yang obyektif, maka sangat memungkinkan suatu komunitas atau wilayah bisa terwakili aspirasinya di legislatif. Begitupun sebaliknya, bila desain dapil tidak objektif, maka fungsi keterwakilan komunitas maupun wilayah di lembaga legislatif pun akan hilang.

Terkait hal tersebut, anggota DPRD Polman dari Partai Bintang Reformasi (PBR) Abdul Rahim, yang ditemui terpisah menilai, itu merupakan sebuah langkah maju bagi KPUD.

Rahim menilai, hal tersebut akan menjadi solusi bagi hadirnya figur yang benar-benar mempresentasikan wilayah masing-masing secara politis dan kultural.

"Ini problem yang juga perlu sikap tegas dan political will dari pimpinan-pimpinan parpol. Saya khawatir, justru yang akan terjadi adalah eksodus dari sejumlah tokoh parpol yang kurang laku di basisnya," jelasnya.

Karena itu, kata Rahim, hal tersebut juga harus menjadi pertimbangan KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Bukan sekadar berpikir terhadap hal-hal yang bersifat geo-politik, tetapi melupakan faktor eksternal.
(mhd)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
22 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved